SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, pembentukan Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran merupakan upaya mempercepat proses sinkronisasi program di pemerintahan selanjutnya.
Jadi, Pas dilantik 20 Oktober Prabowo tinggal gaspol. Taktik ini sesuai dengan visi Prabowo-Gibran yang hendak melanjutkan program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Saya menilai, sepertinya sebagai upaya untuk mempercepat pemerintahan Prabowo di masa mendatang.
Tim sinkronisasi itu logika saya menyinkronkan program Jokowi dengan program Prabowo yang usung keberlanjutan.
Saya nilai, tim sinkronisasi tersebut dibuat untuk mematangkan persiapan Prabowo dan Gibran menuju era pemerintahannya. Dengan begitu, Prabowo dan Gibran dianggap tak perlu banyak melakukan penyesuaian usai dilantik.
Ini artinya, tim sinkronisasi dipersiapkan mematangkan segala persiapan Prabowo memerintah 5 tahun mendatang. Pas dilantik 20 Oktober Prabowo tinggal gaspol tak perlu lagi penyesuaian.
Menurut saya, tim transisi ini sebagai persiapan peralihan pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo. Segala sesuatunya pasti dimatangkan agar segala sesuatunya tak mulai dari awal.
Saya anggap langkah Prabowo sebagai presiden terpilih membentuk tim sinkronisasi itu bagus dalam rangka menyelaraskan kebijakan. Saya menilai Prabowo menghendaki pemerintahannya langsung tancap gas setelah masa jabatan Jokowi berakhir.
Ini sangat bagus untuk menyelaraskan kebijakan yang sudah dilakukan Jokowi dengan Prabowo, karena keduanya mengusung keberlanjutan. Dan pastinya ingin memastikan transisi pemerintahan mulus dan langsung tinggal landas. n rmc
Editor : Moch Ilham