Risiko Kebakaran, 463.000 Mobil Kia Dilarang Parkir Dalam Gedung

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 10 Jun 2024 11:03 WIB

Risiko Kebakaran, 463.000 Mobil Kia Dilarang Parkir Dalam Gedung

i

Ilustrasi. Mobil Kia di Amerika Serikat berisiko kebakaran karena motor kursi depan yang terlalu panas. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Produsen mobil Korea Selatan merek Kia menuai protes di Amerika Serikat. Pasalnya, sebanyak sekitar 463.000 mobil Kia harus parkir di luar dan jauh dari bangunan lantaran berisiko terjadi kebakaran.

Pada Jumat (08/06/2024) pihaknya menarik kembali kendaraan sport Telluride dari model tahun 2020 hingga 2024 karena risiko kebakaran yang berasal dari motor kursi depan yang terlalu panas.

Baca Juga: Aurus Senat, Mobil Kim Jong-un Pemberian Putin yang Tahan Ledakan Bom

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) melaporkan kursi listrik depan pada Telluride model 2020-2024 yang terdampak bisa terlalu panas karena kenop geser yang macet. Kondisi ini dapat menyebabkan kebakaran saat mobil diparkir atau sedang dikendarai.

"Pemilik disarankan untuk parkir di luar dan jauh dari bangunan sampai perbaikan penarikan selesai," jelas Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), Senin (10/06/2024).

Baca Juga: Audi Luncurkan Model e-tron GT Berdaya Jelajah Impresif, Dibanderol Mulai Rp 2,2 Miliar

Menanggapi insiden tersebut, Dealer Kia memasang braket untuk penutup belakang saklar kursi listrik dan mengganti kenop geser kursi untuk mengatasi masalah ini. 

“Motor power seat depan bisa menjadi terlalu panas karena kenop geser power seat macet, yang dapat mengakibatkan kebakaran saat parkir atau mengemudi,” kata NHTSA.

Baca Juga: Daihatsu Gran Max Rebut Takhta Penjualan Pikap Terlaris per Mei 2024

Lebih lanjut, recall ini mencakup 462.869 model Telluride 2020-2024 yang diproduksi antara 9 Januari 2019 hingga 29 Mei 2024. Kia America memperkirakan 1% dari mobil tersebut mengalami cacat.

Langkah penarikan kembali ini merupakan bentuk tanggung jawab Kia untuk memastikan keselamatan pengguna kendaraan mereka serta menghindari potensi kerugian yang lebih besar di masa depan. jk-05/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU