Antisipasi Politik Uang Jelang Pilkada, Bus Antikorupsi KPK Sambangi Surabaya

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Kamis, 13 Jun 2024 19:11 WIB

Antisipasi Politik Uang Jelang Pilkada, Bus Antikorupsi KPK Sambangi Surabaya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Perjalanan Roadshow Bus "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di kota pahlawan, Surabaya. Sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai pihak diselenggarakan untuk memperkuat nilai-nilai antikorupsi di tengah masyarakat.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Jawa Timur atas kolaborasinya dalam menyukseskan kegiatan ini.

Baca Juga: Yesus Pembaharu Politik

"Terima kasih saya ucapkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota/Kabupaten Se-Jawa Timur yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi ini," kata Tanak, dalam pembukaan Roadshow Bus KPK di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/6/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK Bahtiar Ujang Purnama, Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, serta para bupati, walikota, dan kepala OPD se-Jawa Timur.

Bus Antikorupsi, yang menjadi ikon pendidikan antikorupsi KPK, telah mengunjungi puluhan kota dan kabupaten di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera sejak 2014.

Menurut Tanak, tujuan dari kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait nilai antikorupsi dan pentingnya membangun integritas.

"Kegiatan-kegiatan ini akan menyentuh ke semua lini pemangku kepentingan di Jawa Timur, yaitu legislatif, penyelenggara negara, pegawai negeri, pengusaha, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat umum. Ada 18 kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat di Surabaya," jelasnya.

Tanak juga menekankan pentingnya edukasi antikorupsi bagi penyelenggara negara dan keluarga mereka.

"KPK berfikir kenapa perlu adanya roadshow bus ini, selain para pelajar, juga untuk penyelenggara negara untuk mengedukasi keluarga untuk tidak meminta yang berlebihan, agar tidak mendorong terjadinya korupsi," tegasnya.

Setelah pembukaan roadshow, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah di Jawa Timur. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan program pemberantasan korupsi dan menghindari praktik politik uang menjelang Pilkada.

Baca Juga: PKS Jatim Kunjungi Gerindra Jatim Siap Beri Kontribusi Terbaik di Jawa Timur

Ia menegaskan bahwa memberikan sesuatu kepada masyarakat berpotensi menimbulkan korupsi di masa depan.

"Upaya pencegahan korupsi ini kami lakukan untuk menciptakan pimpinan daerah yang memiliki visi dan misi pemberantasan korupsi. Kami memakai kampanye Hajar Serangan Fajar supaya pimpinan daerah, bupati dan walikota menjadi teladan untuk tidak melakukan bentuk apapun pemberian kepada masyarakat agar dipilih oleh masyarakat," tuturnya.

 

Sementara, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Bahtiar Ujang Purnama, menyampaikan dinamika pemberantasan korupsi di Jawa Timur pada 2023.

Ia menyoroti turut dua potret penilaian upaya pencegahan korupsi daerah, yaitu Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Center for Prevention (MCP). Menurutnya tren MCP Tahun 2023 mengalami penurunan secara nasional. Termasuk nilai MCP di Provinsi Jawa Timur, ia pun berharap agar tren penurunan ini tidak terjadi berkelanjutan.

“Kami terus berkoordinasi untuk dapat mencapai area yang selama ini belum bisa disentuh, sehingga perbaikan-perbaikan ini bisa dilakukan sesuai dengan catatan perbaikannya. KPK pun berkomitmen untuk mendampingi daerah untuk meningkatkan skor MCP tersebut supaya bisa mencapai skor yang diharapkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Kesadaran Politik Anak Muda Makin Tumbuh, Santri Jombang Antusias Diskusi Bareng Gus Sadad

Disisi lain, Pj Gubernur Adhy Karyono turut mengapresiasi inisiatif KPK ini. Ia menyebut jika roadshow bus ini adalah upaya preventif yang luar biasa, menarik, dan gembira dalam pencegahan korupsi.

"Roadshow Bus KPK ini sangat menginspirasi. Bahkan, kami akan meniru menggunakan Bus milik Pemprov Jatim dan kemudian berkeliling sebagai upaya peningkatan pencegahan korupsi di daerah," ujar Adhy.

Tak hanya roadshow, dalam rangkaian kegiatan ini juga dilakukan Rapat Koordinasi Peningkatan Upaya Pemberantasan Korupsi bersama seluruh Kepala Daerah wilayah Provinsi Jawa Timur. Serta dilakukan pula Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Anti Korupsi sekaligus koordinasi kepala daerah se-Jatim.

Adhy menyampaikan bahwa keberadaan Roadshow Bus KPK menjadi bagian dari upaya preventif mengedepankan pendidikan antikorupsi meskipun Roadshow ini masih dilakukan di Kota Surabaya, Bojonegoro dan Bangkalan.

"Harapan kami, semua daerah bisa dijangkau oleh Bus KPK ini. Roadshow ini juga menjadi terobosan baru meningkatkan kesadaran budaya anti korupsi yang mampu menyentuh semua lini masyarakat," pungkasnya.Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU