Inovasi Baru

Prudential Indonesia dan Prudential Syariah Luncurkan PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peluncuran PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah. SP/ Al Qormarrudin
Peluncuran PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah. SP/ Al Qormarrudin

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai wujud komitmen PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kepada para nasabah, Prudential Indonesia ingin memperkenalkan inovasi produk proteksi kesehatan baru, yaitu PRUWell. Selain itu, ini merupakan momen yang tepat bagi Prudential Indonesia untuk mengajak para nasabah dalam menjalani gaya hidup aktif dan sehat demi wujudkan #SehatPangkalBisa.

Karin Zulkarnaen, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia menerangkan, ini merupakan rangkaian dari peluncuran dan memperkenalkan PRUWell, yang sebelumnya sudah diadakan pada beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Makassar, Bandung, Medan, dan kota lainnya.

"Peluncuran PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah ini sebagai inovasi produk asuransi kesehatan terkini yang menghadirkan manfaat proteksi kesehatan secara komprehensif," ungkap Karin Zulkarnaen, Minggu (16/06/2024).

Karin, melanjutakan PRUWell dan PRUWell Medical Syariah menawarkan premi atau kontribusi yang terjangkau dan adil (fair pricing) secara berkala sebagai apresiasi terhadap para pemegang polis yang terus menjaga kesehatan. Lebih dari menghadirkan perlindungan finansial terdepan yang berorientasi pada nasabah (customer oriented), nasabah akan memperoleh manfaat premi atau kontribusi seoptimal mungkin sebagaimana profil risiko kesehatan yang dimilikinya.

Kehadiran PRUWell turut merespons peningkatan signifikan klaim kesehatan yang dibayarkan Prudential Indonesia di sepanjang tahun 2023 hingga Rp5,4 triliun atau sekitar 19% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan klaim kesehatan ini disebabkan peningkatan yang signifikan dari beberapa komponen dalam klaim kesehatan, seperti klaim kesehatan inner limit, klaim kesehatan sesuai tagihan (as-charged), dan klaim kesehatan crisis cover. Khusus pada klaim kesehatan sesuai tagihan (as-charged), secara gabungan mengalami peningkatan sebesar 38�ri 2022 klaim penyakit kanker payudara, jantung koroner, infeksi saluran pencernaan, gastritis lambung dan pneumonia.

“Di tengah tantangan inflasi medis yang tinggi, Prudential Indonesia bersyukur atas pertumbuhan positif yang diraih tahun 2023 dan ini menjadi kesempatan baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Sebagai mitra dan pelindung yang paling terpercaya bagi generasi saat ini dan yang akan datang, kami selalu memperhatikan kebutuhan proteksi nasabah," ungkapnya,

Kami percaya bahwa menghadirkan perlindungan jangka panjang dan stabilitas keuangan dari berbagai risiko kehidupan adalah tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sepenuh hati, untuk itu kami meluncurkan PRUWell Medical yang dapat menjadi solusi dan menjawab tantangan yang ada saat ini,” katanya.

Sisi lain, adanya inflasi kesehatan dan tingginya angka klaim asuransi kesehatan tersebut memberikan tantangan bagi industri asuransi untuk melakukan penyesuaian biaya premi atau kontribusi. Di Prudential Indonesia, mulai September 2024 akan melakukan penyesuaian premi atau biaya asuransi sebesar 39% untuk produk asuransi kesehatan Prudential yang sudah ada sebelum tahun 2024 ini. Upaya ini selaras dengan komitmen Prudential Indonesia agar tetap memberikan layanan proteksi yang optimal kepada nasabah.

Untuk menjawab kebutuhan nasabah terhadap proteksi kesehatan di tengah inflasi medis ini, untuk itu Prudential Indonesia meluncurkan produk PRUWell yatu PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah yang menerapkan konsep adil (fairness), di mana PUWell memberikan reward berupa keringanan premi hingga 20% saat perpanjangan polis di tahun berikutnya ba untuk masa pertanggungan yang akan datang.

Tidak hanya itu, Prudential Indonesia mendorong nasabah yang sudah memiliki produk kesehatan lainnya dari Prudential Indonesia untuk melakukan peralihan produk kesehatan ke PRUWell sehingga nasabah mendapat keuntungan tambahan berupa keringanan premi sebesar 10% + 5% hingga 30 Juni 2024.

Paul Setio Kartono, Chief Financial Officer Prudential Syariah mengatakan, Prudential Syariah terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik serta menjadi mitra amanah bagi keluarga Indonesia dalam mengelola perlindungan berbasis syariah.

"Hal ini mendorong kami untuk menghadirkan PRUWell Syariah sebagai upaya dalam menyediakan akses kesehatan yang semakin luas dan sesuai kebutuhan peserta. Produk asuransi kesehatan syariah ini pun sesuai dengan salah satu prinsip asuransi syariah, di mana produk ini mengedepankan praktik berkeadilan pada transparansi biaya kontribusi yang disesuaikan berdasarkan riwayat klaim masing-masing peserta, atau dengan kata lain fairness untuk peserta,"terangnya.

Seraya berpegang teguh pada prinsip asuransi syariah, serta didukung oleh semangat #SehatPangkalBisa, PRUWell Medical Syariah diharapkan tidak hanya dapat membantu mengelola proteksi diri dan keluarga Indonesia, tetapi juga dapat membawa value yang akan didapat oleh peserta, yakni terus berkontribusi untuk saling tolong menolong terutama ketika terjadi klaim kesehatan.

"Sehingga nilai-nilai yang dapat dirasakan dalam asuransi kesehatan syariah membawa dampak keberkahan dalam hidup dan manfaat untuk sesama, serta dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjaga amanah-Nya dalam menjaga pola hidup sehat,” lanjut Paul optimis.

Junaedy Aries Wijaya, Head of Product Design Prudential Indonesia, turut menambahkan, “Rangkaian penawaran premi bagi nasabah PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah merupakan salah satu realisasi semangat #SehatPangkalBisa oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah, yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

"Karena dengan tubuh yang sehat, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Untuk itu, kami percaya bahwa asuransi kesehatan harus mampu merangkul kebutuhan proteksi semua kalangan, sehingga PRUWell Medical dirancang dengan fleksibilitas yang memberikan nilai lebih dan tetap menjaga keseimbangan finansial nasabah saat terjadi tantangan risiko kesehatan," teranya.

Jaringan PRUPriority Hospitals yang akan terus bertambah ini, bertujuan memberikan transparansi estimasi biaya medis kepada nasabah di awal proses perawatan sesuai standar pedoman penanganan klinis yang berlaku sehingga proses pemulangan setelah perawatan menjadi lebih cepat tanpa menunggu proses penjaminan akhir.

Dengan menggunakan produk PRUWell, nasabah dapat merasakan manfaat PRUPriority Hospitals dan layanan tambahan atau VAS (Value Added Service)dari rumah sakit rekanan Prudential Indonesia, berupa promo-promo yang menarik untuk dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk fasilitas pemeriksaan Obgyn, Mammography Scan, PapSmear Screening, Vitamin Infusion, Tyroid Screening, dan masih banyak lagi.

Tentunya seluruh manfaat dari produk ini dan produk asuransi lainnya dari Prudential Indonesia dapat dirasakan oleh seluruh nasabah yang memiliki polis berstatus aktif dengan melakukan pengecekan polis dapat menghubungi tenaga pemasar Prudential Indonesia yang telah tersertifikasi dan profesional maupun melalui Customer Care 1500085 atau PRUService yang tersedia di aplikasi Pulse by Prudential.

Lewat kehadiran produk asuransi kesehatan PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah masyarakat diharapkan bisa menjadi lebih peduli untuk menjaga kesehatannya. “Peluncuran produk ini juga menandai optimisme Prudential Indonesia dan Prudential Syariah untuk terus tumbuh dan menjadi mitra yang setia melindungi setiap langkah kehidupan masyarakat Indonesia bagi generasi kini dan nanti dalam setiap kehidupan, untuk masa depan,” tutup Karin. Alq

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…