EJFH 2024 Angkat Tema Rise of Reminiscence Batik dan Tenun

author Riko Abdiono

- Pewarta

Selasa, 18 Jun 2024 19:14 WIB

EJFH 2024 Angkat Tema Rise of Reminiscence Batik dan Tenun

i

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar East Java Fashion Harmony (EJFH) pada 22 Juni 2024 mendatang di Pantai Midodaren, Kabupaten Tulungagung. Acara kali ini mengusung tema ‘Rise of Reminiscence’ yang berarti kenangan (Tenun) yang dihidupkan kembali, dan berkonsep busana kebaya dan sarung ready to wear dari bahan Tenun Jawa Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Evy Afianasari mengatakan, mengangkat tenun karena perkembangan wastra tenun masih lambat dibandingkan dengan batik. Event ini bertujuan untuk menggali, mengangkat, dan mempopulerkan khasanah wastra Jawa Timur serta melestarikan budaya nusantara.

Baca Juga: Ribuan Santri Beasiswa LPPD Pemprov Jatim Silaturahmi Akbar di Islamic Center

“East Java Fashion Harmony dilaksanakan di Pantai Midodaren dengan pertimbangan Pantai Midodaren merupakan daya tarik wisata, yang saat ini telah dikembangkan dan memiliki fasilitas yang cukup memadai,” jelas Evy Afianasari, Minggu 16/6/2024.

Pantai Midodaren, Tahun 2023 telah meraih penghargaan East Java Tourism Award dan lokasi berada di jalur lintas selatan. “Sekaligus sebagai upaya untuk mempromosikan daya tarik wisata dan menggerakkan ekonomi di jalur lintas selatan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Agenda utama EJFH 2024 adalah Fashion Show oleh 30 desainer muda siswa SMK, enam desainer profesional Jawa Timur dan mancanegara, serta desainer dan model disabilitas, juga 35 model profesional Jawa Timur. Wastra Tenun yang diproduksi dan diperagakan mengoptimalisasi dari produk UMKM Tenun yang berkembang dan memiliki karakteristik kuat tentang motif kearifan lokal di Jawa Timur, antara lain dari Jombang, Kediri, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto dan yang lain.

Rangkaian kegiatan East Java Fashion Harmony di antaranya adalah lomba desain motif batik khas Jawa Timur untuk umum warga Jawa Timur, dilaksanakan tanggal 22 April-13 Mei 2024. Pemenang harus memenuhi kriteria penilaian, yaitu motif (originalitas, kreatifitas, keunikan dan artistik), keharmonisan antara judul, sumber ide dan motif, serta deskripsi visualisasi motif dan penafsiran motif.

Pemenang diumumkan pada 13 Mei 2024 oleh dewan juri terdiri dari unsur pemerintah, akademisi dan praktisi. Pemenang lomba diraih oleh Fransiskus Fran Kenny Tamara dari Kabupaten Jember dengan judul karya Omah Budaya Jawa Timur. Desain motif pemenang akan dilaunching pada pelaksanaan EJFH 22 Juni 2024.

Bootcamp dilaksanakan pada tanggal 2-4 Mei 2024 bertempat di Hotel Primebiz dan UPT P3K Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan Bootcamp merupakan bentuk sinergi Dekranasda Provinsi Jawa Timur yang bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam proses produksi busana kebaya dan sarung dengan bahan kain tenun sesuai dengan tema dan konsep EJFH 2024.

Baca Juga: Selain DPRD Jatim, Gubernur dan Wakil Gubernur Dapat Alokasi Dana Hibah

Kegiatan diikuti 161 peserta siswa SMK dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kegiatan diawali dengan mengkurasi desain 161 peserta menjadi 30 peserta. Selanjutnya, 30 peserta terpilih tersebut mengikuti Bootcamp selama 3 hari untuk mendapatkan pendampingan serta menambah pengetahuan dan ketrampilan, sehingga peserta siswa SMK dapat meningkatkan kualitas, kreatifitas, berinovasi dan mengembangkan bakatnya.

“Selama 3 hari Bootcamp masing-masing siswa memproduksi 1 stel busana kebaya dan sarung sesuai dengan tema dan konsep EJFH 2024, sehingga keseluruhan busana yang diproduksi sebanyak 30 stel. Busana tersebut akan diperagakan oleh model profesional pada EJFH 2024. Harapan ke depan setelah mengikuti ajang kreatifitas ini, siswa SMK terpilih dapat mengembangkan diri sebagai profesional desainer. Sehingga, mampu bersaing dengan desainer terkenal, membuka usaha agar dapat membuka lapangan pekerjaan dan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri fashion yang kompetitif dalam menghadapi pasar global,” tukasnya.

Bincang Wastra dilaksanakan tanggal 7 Juni 2024 pukul 14.00 sampai selesai sebagai upaya untuk sharing pengetahuan dan pengalaman tentang wastra oleh nara sumber dari unsur pemerintah, praktisi dan akademisi.

Pergelaran Budaya merupakan pra acara dilaksanakan tanggal 22 Juni 2024 pukul 09.00-13.00 WIB di Panggung Budaya. Pergelaran akan menampilkan kesenian tradisional antara lain Jaranan Senterewe, Kentrung dan Campursari dari Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Tiga Motif Batik Milik Desa Sendangagung di Launching

Pameran produk wastra dan ekonomi kreatif dilaksanakan tanggal 22 Juni 2024 pukul 09.00-17.30 WIB diikuti kabupaten dan kota dengan melibatkan para perajin sebagai upaya untuk pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif dan mempromosikan produk wastra dan ekonomi kreatif.

Puncak acara adalah Fashion Show pada tanggal 22 Juni 2024 pukul 14.00-17.30 WIB dengan melibatkan 37 desainer terdiri dari siswa SMK, desainer disabilitas, dan desainer profesional dari Jawa Timur dan Thailand, serta 35 model profesional, serta diikuti oleh Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota. Acara dibuka oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur dan dimeriahkan oleh artis Jawa Timur.

Undangan sebanyak 400 orang dan target pengunjung diperkirakan sebanyak 3.000 orang. Publikasi melalui berbagai media cetak, elektronik, online, media ruang dan media sosial. rko

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU