Pemkot Surabaya Beralih ke Kendaraan Listrik untuk Efisiensi dan Lingkungan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 19 Jun 2024 16:54 WIB

Pemkot Surabaya Beralih ke Kendaraan Listrik untuk Efisiensi dan Lingkungan

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengonversi kendaraan dinas operasional menjadi kendaraan listrik melalui sistem sewa. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghemat anggaran dan mendukung kelestarian lingkungan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan bahwa sistem sewa kendaraan lebih hemat dibandingkan membeli baru dan merawatnya sendiri.

Baca Juga: DPRD Kota Surabaya Apresiasi Pemasangan PJU di Kampung-Kampung 

"Membeli dan merawat mobil sendiri lebih mahal. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menjual kendaraan yang ada dan beralih ke sistem sewa," kata Eri.

Sekitar 70 unit kendaraan dinas akan diganti, dengan anggaran sekitar Rp6 miliar. Eri menambahkan bahwa perhitungan biaya dalam lima tahun menunjukkan penghematan yang signifikan. "Dengan sistem sewa, kita bisa lebih efisien dalam pengelolaan anggaran," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tuntaskan Penyusunan Dua Perwali Perlindungan Anak

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya menyampaikan, selain untuk efisiensi anggaran, pengadaan kendaraan listrik ini juga untuk mendukung kelestarian lingkungan di Kota Surabaya. Selain itu, ia juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat untuk bersama-sama menggunakan kendaraan bermotor listrik.

Pemkot Surabaya juga sedang menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bekerja sama dengan PLN, serta melakukan lelang kendaraan dinas yang sudah berusia lebih dari tujuh tahun.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Nakes, Pemkot Surabaya Siap Membuka Akademi Perawat  

Syamsul Hariadi, Plh Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa dan Administrasi Pembangunan, menyatakan bahwa pengadaan mobil listrik ini sesuai dengan Instruksi Presiden No. 7 tahun 2022. Saat ini, pemkot masih menjajaki harga sewa kendaraan listrik. "Kami masih melakukan survei harga sewa dan memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya di kantor-kantor pemerintahan," jelas Syamsul.

Langkah ini tidak hanya menghemat anggaran tetapi juga memperkuat komitmen Surabaya terhadap lingkungan, menjadikan kota ini sebagai pelopor dalam penggunaan teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Zis

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU