Buka BSI International Expo 2024, Wapres: BSI Dorong Arus Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

author Arlana Chandra Wijaya

- Pewarta

Jumat, 21 Jun 2024 17:18 WIB

Buka BSI International Expo 2024, Wapres: BSI Dorong Arus Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

i

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kanan) bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin (kiri), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (tengah) saat seremoni pembukaan BSI International Expo di JCC Senayan Jakarta, Kamis (20/06). Foto/BSI

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin membuka secara resmi BSI International Expo 2024 yang diselenggarakan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), di Jakarta Convention Center pada tanggal 20-23 Juni 2024. 

Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi komitmen BSI untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah terutama di segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Halal, BSI Gandeng Mitra Strategis

Wapres menyampaikan, potensi industri halal di Indonesia cukup besar yaitu sekitar Rp4.375 triliun. Dari total nilai tersebut, industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu senilai Rp2.088 triliun disusul aset keuangan syariah senilai Rp1.438 triliun. 

Untuk itu Wapres meminta pengembangan BSI ke depan harus bisa membidik sektor produktif dari mulai ekosistem bisnis umrah dan haji, pendidikan, fesyen, kosmetik, hingga makanan dan minuman.

“Saya harapkan BSI International Expo ini bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan oleh BSI sehingga ekonomi halal Indonesia semakin dikenal dunia. Kemudian, acara BSI International Expo juga diharapkan dapat menjadi salah satu penyokong komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Wapres dalam acara Opening Ceremony BSI International Expo 2024, Kamis(20/6). 

Selain itu, pameran ekosistem keuangan syariah dan halal lifestyle ini diharapkan mendorong pangsa pasar keuangan syariah agar terus tumbuh. Literasi dan inklusi keuangan syariah dapat meningkat lebih pesat dengan Islamic ecosystem (ekosistem halal) yang lebih kuat. 

Dengan adanya BSI International Expo, Wapres juga berharap acara ini dapat mendorong para pelaku ekosistem ekonomi syariah terutama di segmen UMKM yang kapabilitasnya sudah mumpuni di daerah bisa bergabung ke tingkat nasional, bahkan global. 

“Saya mengapresiasi peran BSI dalam mendukung peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM dan membawa mereka bisa naik kelas, serta kontribusi BSI mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, saya berharap BSI terus memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan ekonomi dan perbankan syariah serta menjadikan Indonesia menjadi pemain utama dalam halal value chain dunia,” tuturnya.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam sambutannya menyampaikan, merger BSI pada 1 Februari 2021 merupakan salah satu wujud nyata Transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN. 

Saat ini, BSI selalu berpegang teguh untuk menjadi bank syariah yang inklusif dan modern, serta melayani semua segmen nasabah dari mulai usaha mikro, UKM, retail, hingga korporasi. 

Lebih lanjut Kartika menuturkan, si usianya yang ketiga, BSI mampu menunjukan performa yang impresif diantaranya masuk ke jajaran Top 10 Global Islamic Bank dari sisi kapitalisasi pasar, seiring harga saham emiten bersandi BRIS yang melesat, sehingga mendorong market cap perseroan menembus Rp131,47 triliun pada 13 Maret 2024. 

"Dengan pertumbuhan harga saham tertinggi dibandingkan bank syariah lainnya yaitu sebesar 63,8% selama year to date peningkatan saham Indonesia menjadikan BSI masuk golongan perusahaan yang aktif berkontribusi di bursa dan mendorong IHSG Indonesia,” ujarnya.

Kartika menambahkan, di sisi kinerja keuangan, BSI merupakan satu-satunya Bank Syariah di jajaran Top 5 Bank di Indonesia dengan dengan total aset mencapai Rp353,4 Triliun dan laba bersih tahun 2023 mencapai Rp 5,7 Triliun. 

BSI juga merupakan kontributor zakat terbesar di Indonesia yaitu sebesar Rp 222 Miliar pada Tahun 2023 dan ditargetkan terus meningkat setiap tahunnya. 

Dalam hal ekspansi, BSI telah membuka cabang operasional di Dubai, Uni Emirate Arab dan saat ini sedang berproses membuka cabang di Saudi Arabia dan terus mengembangkan potensi islamic ecosystem terutama dari bisnis haji dan umrah. 

Baca Juga: Wapres Ma'ruf "Ingin Seperti" Gibran dan Kaesang

Selain itu, sejak terjadinya merger, BSI telah melayani lebih dari 20 juta bertambah lebih dari 6 juta. Angka ini menjadikan BSI sebagai  Bank dengan jumlah nasabah terbesar kelima di Indonesia dan Bank Syariah dengan nasabah terbesar di dunia. 

Wamen Kartika juga mengatakan, hadirnya BSI International Expo 2024 ini merupakan wujud nyata dukungan BSI terhadap pengembangan Islamic Ecosystem secara totalitas di Tanah Air. 

Melalui event ini, BSI merepresentasi UMKM untuk dapat terlibat aktif  menjajaki pasar internasional dimana kami menghadirkan belasan negara sahabat, antara lain Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Inggris, Korea Selatan, Qatar, Jepang, dan Malaysia sebagai potential buyer dari produk UMIM Indonesia. Dirinya pun akan mendorong agar acara ini bisa terlaksana setiap tahunnya. 

"Kementerian BUMN bersama BSI berkomitmen penuh mendorong Indonesia membangun kapasitas dan kapabilitas, untuk  menjadi  pemain utama dan produsen dalam halal value chain global, sehingga Indonesia dengan memanfaatkan keunggulan muslim kedua terbesar mampu menjadi pusat industri halal dunia,” katanya. 

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama BSI Hery Gunardi memaparkan, BSI International Expo menjadi signature event sebagai wujud nyata dukungan BSI terhadap pengembangan Islamic Ecosystem  terutama segmen UMKM secara menyeluruh di Tanah Air, sekaligus menjadi platform bagi UMKM untuk terlibat dan menjajaki pasar internasional.

Mengusung tema “Connecting You to Halal Lifestyle Ecosystem”, pameran ini digelar BSI selama 4 hari, hingga 23 Juni mendatang. Pameran ini menjadi expo internasional pertama, terbesar, dan terlengkap yang pernah dibuat oleh bank syariah di Indonesia.

Terdapat tiga acara utama di dalam event ini. Pertama, pameran dengan melibatkan 265 lebih tenant mitra-mitra terbaik dan UMKM yang sudah terkurasi, yang terbagi ke dalam 21 kategori, seperti Food & Beverage, Modest Fashion, Automotive, Travel, dan lain sebagainya. 

Kedua, seminar tentang ekonomi dan keuangan syariah yang melibatkan para pembicara internasional, para pemangku kepentingan, serta pakar dari industri. 

Baca Juga: Wapres Prihatin Korupsi Tambah Timah, Usut Tambang Lain

Ketiga, business matching dimana BSI mempertemukan para UMKM dengan potential buyers dari negara-negara sahabat, sehingga mereka dapat mengakses pasar global.

“Target pengunjung sekitar 5.000 per hari, dengan total 20.000 hingga 25.000 pengunjung selama 4 hari dan pencapaian transaksi hingga Rp1 triliun selama 4 hari. Kami berharap nantinya acara ini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi halal lewat literasi, inklusi dan penetrasi ekonomi halal yang terjadi di BSI International Expo,” tutup Hery.

Sebagai informasi, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (“BSI”) adalah bank hasil penggabungan dari tiga bank Syariah  milik BUMN yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk. yang mulai  beroperasi pada 1 Februari 2021. 

Penggabungan ini menyatukan kekuatan ketiga bank syariah tersebut dan bertujuan untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia yang besar. 

Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian  BUMN, BSI memiliki visi untuk menjadi salah satu dari 10 bank Syariah terbesar di dunia dari  sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan. 

Sebagai perusahaan terbuka yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek  Indonesia  (ticker code: BRIS),  pasca merger, BSI membukukan kinerja yang solid di mana posisi BSI saat ini sebagai The leading of medium size bank dan telah masuk di jajaran Top 10 Bank di Indonesia sekaligus sebagai satu-satunya bank syariah di 10 bank terbesar di Indonesia. 

Per Maret 2024, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset mencapai sekitar Rp320 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 262 triliun, serta total pembiayaan Rp232 triliun. Byb

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU