SURABAYAPAGI.com, Kediri - Mulai September nanti, Bandara Dhoho yang terletak di Kecamatan Grogol akan melayani penerbangan umrah Kediri-Jeddah, Arab Saudi. Bahkan, Juli nanti Pemkab Kediri akan menggelar pembahasan lebih lanjut.
Pasalnya, Bandara Dhoho sudah melayani penerbangan umrah sejak akhir April lalu. Hanya saja, jemaah masih menggunakan penerbangan domestik Kediri-Jakarta. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan penerbangan ke Madinah atau ke Jeddah, Arab Saudi.
Dengan dibukanya penerbangan umrah September nanti, jemaah yang berangkat lewat Bandara Dhoho tidak lagi menggunakan penerbangan Domestik. Artinya, jemaah akan langsung terbang ke Jeddah. Tidak lagi transit di Jakarta.
“Menggunakan maskapai Citilink,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi, Minggu (23/06/2024).
Lebih jauh Sukadi mengungkapkan, penerbangan umrah Kediri-Jeddah ini akan menggunakan pesawat Airbus A330 berkapasitas 360 seat. Berbeda dengan pesawat domestik Citilink Airbus A320 yang berkapasitas 180 seat. Sedangkan untuk penerbangan yang dari Kediri berangkat pukul 05.00 dan pukul 10.00 WIB.
Meski demikian, menurut Sukadi semuanya masih bersifat rancangan. Dalam waktu dekat pemkab bersama stakeholder terkait akan kembali melakukan rapat untuk mematangkannya.
Jika sebelumnya hanya mengajak rapat pihak bandara, dalam rapat lanjutan nanti mereka akan menghadirkan biro travel umrah. “Kami akan melakukan rapat untuk pemetaan potensi,” papar Sukadi.
Jika ternyata animonya tinggi, menurut Sukadi penerbangan umrah benar-benar bisa dibuka tiga kali dalam sebulan. Sesuai rancangan awal pemkab bersama otoritas bandara dan maskapai.
Terpisah, Owner Rameyza Tour and Travel Siti Maslikah mengaku sangat mendukung dibukanya penerbangan umrah di Bandara Dhoho. Alasannya, hal tersebut bisa memangkas biaya karena jaraknya lebih dekat. Sebab, animo umrah masyarakat Kediri Raya sangat besar.
“Kami sangat setuju sekali,” kata perempuan yang sudah beberapa kali memberangkatkan jemaah umrah via Bandara Dhoho menggunakan pesawat domestik itu. kdr-02/dsy
Editor : Desy Ayu