Semar Maneges Edukasi Moral Kepemimpinan

author Handoko Koresponden Sidoarjo

- Pewarta

Minggu, 23 Jun 2024 17:28 WIB

Semar Maneges Edukasi Moral Kepemimpinan

i

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Wayang kulit Gagrak Porongan gaya Sidoarjoan dengan lakon "Semar Maneges," menjadikan kisah yang mengedukasi warga masyarakat dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Semar, adalah sosok rakyat jelata yang hanya seorang abdi sebuah bentuk penggambaran masyarakat yang miskin dan selalu dianggap remeh oleh orang-orang yang merasa memiliki pengetahuan tinggi dan berkuasa.

Baca Juga: Dikbud Sidoarjo Minta Siswa Sekolah Dihadirkan saat Pagelaran Gragrak Porongan

Sebenarnya Semar, adalah tokoh yang menggambarkan sifat-sifat yang mewakili kepribadian yang dihidupkan oleh pencerita Dalang Ki Surono Tawar.

"Kisah Semar Maneges, adalah sebuah bentuk edukasi moral dan nilai filosofi kepemimpinan." ujarnya, Minggu (23/06/2024)

Begitulah, Seniman dalang Gagrak Porongan gaya Sidoarjo yang perlu dilestarikan yang secara terselubung membuat suatu lakon cerita yang sebenarnya sangat tepat jika disebut sebagai nasehat. Nilai yang terkandung dalam lakon ini bisa menjadi teladan terutama bagi generasi milenial.

Hadir saat pembukaan Pagelaran Wayang Gagrak Porongan itu Kepala Dinas Perpustakaan Sidoarjo, Ridho Prasetyo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Komisi D Zahlul Yusar, Kabid Kebudayaan Sidoarjo Sukartini, Camat Tulangan Asmara Hadi, Kepala Desa Kedondong Jamali, 12 Dalang, serta tamu undangan.

Baca Juga: Uri-uri Budaya Desa Watugolong di Suguhi Wayang Gagrak Porongan

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar, yang ikut hadir acara pagelaran wayang kulit, merespons positif. Untuk lebih kuat mendorong keberadaan wayang kulit Gagrak Porongan, makai ia akan menyetujui jika titik pagelaran wayang kulit ditambah.

“Kalau tahun ini wayang Gogrok Porongan digelar di 12 titik, maka tahun depan, saya akan menyetujui jika titik pagelaran wayang ditambah,” janjinya.

Kepala Desa (Kades) Kedondong Jamali, dalam sambutannya mengatakan, acara ini mengenalkan kepada masyarakat bahwa Wayang Gagrak Porongan itu sebagai kesenian tradisional asli Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Ki Slamet Darmawan: Melanggengkan Budaya Asli Sidoarjo, Wayang Gagrak Porongan

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemkab Sidoarjo, yang mendukung seni tradisional yang mengangkat nilai-nilai luhur ini. Kami berharap tahun depan bisa digelar kembali acara seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr. Tirto Adi M. Pd dalam sambutannya menyampaikan, pagelaran wayang Kulit gagrak ini adalah putaran ke 3 dan berharap kepada Anggota dewan zahlul yusar, untuk pagelaran Wayang Gagrak Porongan ini bisa di tambah dari 12 menjadi 18 titik di tiap kecamatan.

"Acara ini di gelar untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Wayang Gagrak Porongan itu sebagai kesenian tradisional asli Kabupaten Sidoarjo", ucap Tirto. Hdk/hik

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU