Kekeringan Air Landa Jatim: Blitar Siaga, Pacitan Tanggap Darurat

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Selasa, 25 Jun 2024 17:26 WIB

Kekeringan Air Landa Jatim: Blitar Siaga, Pacitan Tanggap Darurat

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Musim kemarau yang melanda wilayah Jawa Timur (Jatim) telah menyebabkan sejumlah daerah mengalami kekeringan. Beberapa daerah bahkan telah meminta pasokan air bersih melalui pengiriman darat maupun penjatuhan dari udara.

Permintaan air bersih ini telah diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, truk-truk yang membawa air bersih telah dikirim ke desa-desa terdampak kekeringan.

Baca Juga: Kurang Berhati-hati, Siswa SMP Alami Patah Tulang setelah Motornya Berbenturan dengan Minibus

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengakui bahwa beberapa desa di wilayahnya telah mengalami kekeringan serius. Salah satu daerah yang paling parah terdampak adalah Blitar, yang sudah menerbitkan status tanggap darurat dan meminta pengiriman air bersih.

"Blitar adalah daerah yang baru saja mengeluarkan SK Tanggap Darurat," kata Gatot, ketika ditemui Surabaya Pagi, usai acara di Hotel Movenpick Surabaya, Selasa (25/6/2024).

Selain Blitar, Kabupaten Pacitan juga menghadapi ancaman kekeringan, meskipun saat ini baru mengeluarkan status siaga darurat.

"Pacitan baru mengeluarkan status siaga darurat. Artinya, beberapa wilayah masih memiliki potensi air yang bisa dimaksimalkan terlebih dahulu,” jelas Gatot.

Baca Juga: Harga Cabai di Pasaran Kota Blitar Meroket Tembus Rp 70 Ribu per Kg

Meskipun demikian, Gatot memastikan bahwa BPBD Provinsi Jatim tetap siaga dalam memberikan pasokan air bersih ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan. Ia juga mengakui adanya potensi kekeringan yang tinggi, mengingat tahun lalu lebih dari 800 desa di Jatim mengalami kekeringan.

"Jika sewaktu-waktu terjadi kekeringan, status tanggap darurat akan diterapkan,” ujarnya. “Kami fokus menyuplai air bersih. Tahun lalu, lebih dari 800 desa mengalami potensi kekeringan," tutur Gatot.

Tentunya dengan kondisi kekeringan yang melanda Jawa Timur ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Upaya penanggulangan dengan menyediakan pasokan air bersih menjadi prioritas utama, terutama untuk daerah-daerah yang telah mengeluarkan status darurat.

Baca Juga: Pemkab Blitar Siapkan Dana Revitalisasi Pasar Nglegok Rp 3 Miliar

"BPBD Jatim terus memonitor situasi dan siap melakukan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi," tegas Gatot.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh BPBD Jatim, diharapkan kekeringan yang terjadi tidak sampai menyebabkan krisis air bersih yang lebih parah.

"Pastinya, dari Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mengawal dan mengatasi permasalahan ini," pungkasnya. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU