Hingga Program Berakhir, Mahasiswa Belum Terima Biaya Bantuan Hidup dari Kemendikbudristek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Biaya yang dijanjikan di awal program.
Biaya yang dijanjikan di awal program.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menciptakan inovasi di bidang pendidikan berupa program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Yang mana disebutkan dalam website resmi Kemendikbudristek, Kampus Merdeka merupakan sebuah inovasi yang dibuat dan diluncurkan untuk mentransformasi sistem Pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang lebih relevan.

Program yang dikhususkan untuk mahasiswa ini telah resmi dilaksanakan sejak awal tahun 2020 oleh Kemendikbudristek dengan beberapa program yang beragam dan dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa dari kampus negeri ataupun swasta dari seluruh Indonesia.

Namun, meskipun telah hampir 4 tahun berjalan ternyata program program ini dinilai belum sepenuhnya sukses dalam pelaksanaannya.

Pasalnya beberapa ketentuan dan teknis pelaksanaan dirasa mengecewakan  para peserta yang mengikuti program MBKM tersebut. Salah satu permasalahan yang paling banyak dikeluhkan ialah transparansi keuangan biaya bantuan hidup. Baik untuk mahasiswa reguler ataupun mahasiswa dengan beasiswa.

"Jika kami menyampaikan keluhan kami, Helpdesk tidak membantu banyak. Jawaban yang diberikan tidak memuaskan karena dijawab oleh bot secara otomatis. Tidak ada timeline dan teknis yang pasti bagaimana dan kapan Biaya Bantuan Hidup (BBH) kami cair," kata salah satu mahasiswa.

Alhasil, hingga pelaksanaan program selesai, BBH tak kunjung cair. 

Selain itu, nominal bantuan yang sampai ke mahasiswa tidak sesuai dengan perjanjian yang diberikan saat pembekalan sebelum program berlangsung.

"Untuk program pertukaran mahasiswa, sampai di kami hanya Rp 1,5 juta per bulan, dibagi dua termin. Yang harusnya total mungkin Rp 7,2 juta untuk 4 bulan biaya hidup. Namun kini yang masuk cuma Rp 4,5 juta. katanya sisanya dikirim waktu termin ke dua. Tapi sampai sekarang program sudah selesai banyak dari kami yang Rp 1,5 untuk termin kedua saja belum masuk,"keluh mahasiswa yang lain.

Tak hanya Program pertukaran mahasiswa saja, diketahui program lain seperti Kampus Mengajar pun ternyata mengalami hal serupa. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan apapun dari pemerintah meskipun administrasi yang dilakukan mahasiswa sudah tuntas.

"Saya mahasiswa KIP ikut kampus mengajar. Dari dua termin, yang masuk hanya 1 juta. Padahal perjanjiannya meskipun tidak sama dengan mahasiswa reguler, kami mahasiswa KIP juga tetap menerima BBH. Sudah tanya ke heldesk, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan alur dan transparansi keuangan yang jelas," ujar salah satu mahasiswa peserta program kampus mengajar oleh MBKM.

Diketahui pula, program di batch sebelumnya juga mengajukan keluhan yang sama namun belum juga ada perbaikan teknis dari pemerintah. Padahal kini beberapa kampus di Indonesia mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti program MBKM pada semester semester tertentu. jk

Berita Terbaru

Dukung Iklim Perindustrian, Komisaris PLN Tinjau Kesiapan Infrastruktur Gardu Induk Penopang di Gresik

Dukung Iklim Perindustrian, Komisaris PLN Tinjau Kesiapan Infrastruktur Gardu Induk Penopang di Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Dalam rangka mendukung pertumbuhan industri nasional serta memastikan keandalan pasokan listrik di kawasan strategis, Komisaris PT PLN (…

Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri

Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Memasuki momen pelaksanaan ibadah Haji membawa berkah tersendiri bagi pedagang Pernak pernik perlengkapan haji musiman. Banyak dari…

Kemenhaj Pacitan: 247 Calon Haji Dijadwalkan Berangkat 27 April ke Tanah Suci

Kemenhaj Pacitan: 247 Calon Haji Dijadwalkan Berangkat 27 April ke Tanah Suci

Kamis, 09 Apr 2026 14:03 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Menindaklanjuti keberangkatan jemaah haji di Indonesia, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pacitan mencatat…

Jejak Reklamasi dan Izin yang Tertinggal: Mengurai Dugaan Pelanggaran di Pesisir Manyarejo

Jejak Reklamasi dan Izin yang Tertinggal: Mengurai Dugaan Pelanggaran di Pesisir Manyarejo

Kamis, 09 Apr 2026 13:54 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Hamparan pesisir di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, kini tak lagi sepenuhnya laut. Di sejumlah titik, air telah berganti menjadi d…

Cegah Penimbunan di Tingkat Pengecer, Pemkab Lumajang Perpendek Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Cegah Penimbunan di Tingkat Pengecer, Pemkab Lumajang Perpendek Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Kamis, 09 Apr 2026 12:59 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Baru-baru ini, masyarakat di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur khawatir terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) di…

Bupati Jember Pastikan hingga 2027 Tak Ada PHK PPPK, Asal Kinerjanya Bagus

Bupati Jember Pastikan hingga 2027 Tak Ada PHK PPPK, Asal Kinerjanya Bagus

Kamis, 09 Apr 2026 12:51 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti fenomena dan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Bupati…