Si Tamak SYL, Ngaku Bukan Bapak yang Baik

author Raditya Mohammer Khadaffi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berita hot news minggu lalu ada tudingan jaksa KPK ke Mantan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) , sebagai terdakwa korupsi yang tamak! SYL, kaget. Ia mengelak disebut 'tamak' oleh jaksa KPK.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai SYL diduga melakukan korupsi karena tamak.

Dalam poin hal yang memberatkan SYL, sampai jaksa menuntut hukuman 12 tahun penjara dalam perkara pemerasan di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), karena ditemukan modus tamak.

"Tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa SYL dengan motif yang tamak," ungkap jaksa dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (28/6/2024).

Modus yang digunakan SYL, pengumpulan uang secara paksa. SYL menggunakan ancaman berupa pemindahtugasan atau non job bagi jajarannya yang tidak sejalan dengan SYL.

Akibat perbuatan terdakwa SYL, selama menjabat sebagai Menteri Pertanian dengan cara menggunakan paksaan sebesar, kumpulkan total dana sampai Rp44,5 miliar.

Konkritnya, SYL, kumpulkan uang secara paksa dengan cara meminta Kasdi dan Hatta mengkoordinasi fulus dari para pejabat eselon I dan jajarannya.

Uang dan pembayaran itu untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya.

Akal sehat saya bisa memahami SYL mencak mencak dianggap menteri berusia 69 tahun, diberi atribut koruptor tamak.

 

***

 

Secara bahasa tamak berarti rakus hatinya. Sedang menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) yaitu terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar. Dalam keseharian, tamak sering pula disebut serakah.

Tamak, bagi orang beragama, merupakan salah satu sikap rakus yang sangat dilarang dalam ajaran Islam. Maklum, sifat tamak akan memberi dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tamak juga dikelompokkan salah satu penyakit hati. Umumnya, yang menggoda seseorang untuk berbuat tamak bisa karena harta dan kekuasaan.

Maklum, ada manusia yang sangat mencintai harta. Tipe ini, manusia yang tidak merasa puas dengan harta yang sedikit maupun yang banyak. Ia terus mencari harta.

Menurut kiai yang mengajari saya ahlak, ciri-ciri orang yang tamak, tidak pernah merasa puas dengan hasil yang sudah didapatkan. Tamak disebabkan kecintaan terhadap dunia (hubbud dun-ya) secara berlebihan. Biasanya si tamak menghalalkan segala cara untuk memuaskan dirinya.

Ia digolongkan manusia yang tidak mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Senantiasa merasa tidak cukup padahal ia telah banyak mendapatkan nikmat, ingin mempunyai sesuatu yang dipunyai orang lain. Ia suka menghayal yang tidak realistis (thuulul amal).

Kiai saya bilang, sifat tamak sangat berbahaya bagi seorang muslim.

Sarannya, kita diminta menghindarinya dengan cara mensyukuri apa yang diberikan Allah, ikhlas, jujur, hidup sederhana, rendah diri, menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki serta menyadari bahwa harta hanyalah sarana menuju alam yang hakiki yaitu alam akhirat.

Akal sehat saya SYL mengelak, karena ia berasal dari keluarga muslim yang taat.

Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat menjadi saksi mahkota pada sidang yang digelar Senin (24/6/2024), dua kali hampir menangis ketika bercerita tentang keluarganya.

SYL mengaku dalam sidang, "Saya sudah 30 tahun lebih menjadi penjabat. Dan akhir-akhir ini saya merasa, saya bukan suami yang baik bagi istri saya, saya bukan kakek yang baik bagi cucu saya, saya tidak pernah jadi bapak yang baik bagi anak-anak saya". Masya Allah. ([email protected])

Berita Terbaru

Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Senin, 02 Feb 2026 12:51 WIB

Senin, 02 Feb 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat momentum harga cabai merah jenis sret yang saat ini melonjak naik membuat sejumlah petani di cabai di Desa Tanjungrejo,…

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Percepatan Digitalisasi dan Sertifikasi Aset Pemprov Jatim Mendesak

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Percepatan Digitalisasi dan Sertifikasi Aset Pemprov Jatim Mendesak

Senin, 02 Feb 2026 12:41 WIB

Senin, 02 Feb 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai percepatan digitalisasi dan sertifikasi aset Pemprov Jatim sebagai langkah mendesak…

Eksekutif dan Legislatif Belum Satu Frekuensi, Pansus BUMD DPRD Jatim Angkat Alarm

Eksekutif dan Legislatif Belum Satu Frekuensi, Pansus BUMD DPRD Jatim Angkat Alarm

Senin, 02 Feb 2026 12:21 WIB

Senin, 02 Feb 2026 12:21 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM — Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur menyoroti rendahnya kontribusi sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap P…

Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

Senin, 02 Feb 2026 11:59 WIB

Senin, 02 Feb 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Di sejumlah pasar tradisional banyak para penjual janur dadakan sudah mulai memenuhi lapak menjelang bulan Ramadhan di…

BPBD Catat Puluhan Rumah Warga di Pamekasan Diterjang Hujan dan Angin Kencang

BPBD Catat Puluhan Rumah Warga di Pamekasan Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Senin, 02 Feb 2026 11:49 WIB

Senin, 02 Feb 2026 11:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak puluhan rumah warga, lembaga pendidikan hingga…

Disdikbud Kota Malang Komitmen Gagas Percepat Pemutusan Soal Angka ATS Tiap Wilayah

Disdikbud Kota Malang Komitmen Gagas Percepat Pemutusan Soal Angka ATS Tiap Wilayah

Senin, 02 Feb 2026 11:07 WIB

Senin, 02 Feb 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka membuka ruang penerimaan informasi perihal adanya Anak Tidak Sekolah (ATS) dari masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot)…