Home / Opini : Kasih Karunia

SYL Ngaku Miskin, Patut Diampuni

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 30 Jun 2024 21:09 WIB

SYL Ngaku Miskin, Patut Diampuni

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya kaget saat membaca pengakuan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ia mengaku sebagai menteri yang paling miskin. Hal itu disampaikan SYL usai diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus gratifikasi dan pemerasan.

"Saya ini termasuk menteri yang paling miskin. Rumah saya itu, di BTN di Makasar waktu saya gubernur. Ini baru saja saya mau mencicil. Karena saya berharap di akhir perjalanan umur saya yang 70 tahun saya berada di sini, dan ini dicicil," kata SYL di PN Tipikor Jakarta, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Puji Tuhan

Percayakah dengan pengakuan bekas seorang menteri yang didakwa korupsi Rp 43 miliar?

Menurut saya, pejabat sekelas SYL, pernah jadi Gubernur dan Menteri masih mengaku miskin, ia manusia yang patut diampuni.

Pendeta saya berpesan agar SYL, minta pengampunan pada Tuhannya. Saya paham, pengampunan adalah salah satu konsep dasar ajaran Kristen selain kasih.

Ajaran Yesus tentang pengampunan tersebar dalam banyak pasal di Alkitab Perjanjian Baru.

Dalam Alkitab Perjanjian Baru ada banyak pengajaran soal pengampunan. Hal tersebut juga dicatat dalam buku Matius, Injil Segala Bangsa, Martin Harun OFM, (2017).

Baca Juga: Agama Minoritas, Harus Lebih Toleran

Inti dari ajaran Yesus tentang pengampunan adalah satu, yakni sebagai sesama manusia berdosa maka manusia wajib mengampuni sesamanya.

Dalam Matius 6:14-15 dikatakan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Saya ingat, Alkitab mengajarkan suatu kebenaran konkrit yang merupakan dasar kuat tentang pengampunan. Pengampunan adalah aspek penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang percaya. Pemahaman yang salah tentang eksistensi orang percaya pada saat diampuni dapat menimbulkan permasalahan. Karena itu pengampunan menurut Yesus dalam Matius 18:21-35 sangat penting dihubungkan dengan hidup orang percaya.

Baca Juga: Abraham, Bapa Orang Beriman

Saya sadar Yesus ajarkan pengampunan untuk menjadi pola kehidupan orang percaya. Orang percaya dimotivasi agar dapat merealisasikan pengampunan yang diajarkan oleh Yesus. Saya percaya mengampuni tanpa batas merupakan tuntutan Allah bagi setiap orang percaya. Pengampunan yang diberikan Allah di dalam Yesus Kristus didasarkan pada belas kasihan Allah.

Setiap orang yang percaya Yesus menerima pengampunan dari Allah oleh belas kasihan Allah yang besar. Yesus mengajarkan setiap orang percaya untuk mengampuni karena telah menerima belas kasihan Allah.

Sikap ini perlu diambil dan diaplikasikan oleh setiap orang percaya yang telah menerima pengampunan dari Allah didalam Yesus Kristus. (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU