Jahlul Yussar Ajak Siswa Mengenal Pertanian Sejak Dini

author Handoko Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Zahlul Yussar Anggota DPRD Sidoarjo. SP/ HIKMAH
Zahlul Yussar Anggota DPRD Sidoarjo. SP/ HIKMAH

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Wakil Ketua Komisi D DPRD. Sidoarjo, Jahlul Yussar sangat peduli dengan bidang pertanian pasalnya saat ini tidak banyak generasi milenial yang terjun di dunia pertanian meskipun hasil pertanian sangat dibutuhkan masyarakat.

Sehingga pembelajar tentang pengenalan lingkungan pertanian harus di terapkan di dunia pendidikan sejak dini.

Tidak hanya akademik atau pelajaran yang diterima di sekolah, mengenalkan dan mengedukasi anak tentang alam juga sangat penting, salah satunya mengenai pertanian.

"Kegiatan outdoor learning berbasis local farming ini akan memberikan dampak positif pada siswa sekolah sejak dini sebab pertanian mengajarkan banyak hal diantaranya, nilai kerja sama, serta membentuk karakter penting pada anak mulai dari kedisiplinan, kesabaran, hingga bagaimana kita harus kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang diharapakan," ujarnya.

Selain itu menurut Yussar, pengenalan dan edukasi pertanian memang sebaiknya diterapkan sejak dini, sehingga memunculkan kecintaan pada anak - anak terhadap pertanian, mengingat mereka adalah generasi penerus pembangunan pertanian secara berkelanjutan untuk ketahanan pangan di Sidoarjo.

Dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) juga menjadi sorotan dalam upaya membentuk kesadaran akan alam dan lingkungan keberlanjutan. 

Salah satu mata pelajaran lingkungan hidup tidak hanya menyajikan fakta-fakta tentang alam, tetapi juga membentuk sikap peduli terhadap lingkungan. Seorang siswa belajar tidak hanya tentang ekosistem geo farming, tetapi juga merasakan tanggung jawab untuk melestarikan ragam hayati sebagai kebutuhan pangan yang saat ini kian langka dan semakin mahal tersebut.

P5 merupakan proyek pengembangan kompetensi yang melengkapi fokus pencapaian standar kompetensi lulusan pada setiap jenjang satuan pendidikan dengan tujuan untuk mengembangkan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 

Tujuan P5 tersebut diharapkan dapat membuat peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya

Ada banyak contoh tema penerapan P5 kurikulum merdeka, seperti Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Suara Demokrasi, hingga Kewirausahaan. 

Contoh konkret penerapan P5 adalah "Gaya Hidup Berkelanjutan", para pengajar akan mengajak siswa dan siswi untuk memahami pentingnya hidup berkelanjutan dan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.

"Kita lihat saat ini pekerja sektor pertanian sebagai ketahanan pangan sudah langkah yakni sudah diatas umur dan memang perlu regenerasi pelaku dunia pertanian terdidik dari kaum milenial agar ketahanan pangan terjaga," ujar Yussar.

Lebih lanjut Zahlul Yussar menyebutkan saat ini, pihaknya berupaya mempersiapkan lahan untuk edukasi geo farming di wilayah Tanggulangin sedikitnya 10 hektar.

Melalui pendekatan yang seimbang antara pendidikan formal, proyek lingkungan yang bijaksana, partisipasi masyarakat yang terarah, dan informasi yang akurat, P5 memiliki potensi besar untuk menciptakan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan P5 tergantung pada implementasi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor. 

"Hanya dengan bersatu, kita dapat memastikan bahwa P5 benar-benar menjadi alat efektif dalam melindungi lingkungan dan bumi pertanian kita, bukan malah menjadi penyebab potensi kelangkaan bahan pangan," tuturnya. Hdk/hik

Berita Terbaru

Temukan 3 Sesar Aktif Melintas Surabaya, BMKG Ingatkan Potensi Gempa M 6,7

Temukan 3 Sesar Aktif Melintas Surabaya, BMKG Ingatkan Potensi Gempa M 6,7

Rabu, 09 Sep 2026 11:14 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berdasarkan pemetaan Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen), BMKG mengungkap tiga sesar aktif di Jawa Timur yang melintasi wilayah…

Berpotensi Roboh dan Dibakar, DLH Ponorogo Pangkas Sejumlah Pohon Terindikasi Mati

Berpotensi Roboh dan Dibakar, DLH Ponorogo Pangkas Sejumlah Pohon Terindikasi Mati

Rabu, 09 Sep 2026 11:10 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang maupun ranting lapuk yang berpotensi roboh dan membahayakan pengguna jalan, Dinas…

Peternak Keluhkan Harga Kambing di Ponorogo Anjlok hingga Rp600 Ribu per Ekor

Peternak Keluhkan Harga Kambing di Ponorogo Anjlok hingga Rp600 Ribu per Ekor

Rabu, 09 Sep 2026 10:57 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peternak kambing di Kabupaten Ponorogo mengeluhkan jatuhnya harga kambing. Sehingga,…

Dinkes P2KB Tuban Gencar Latih Tenaga Medis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini

Dinkes P2KB Tuban Gencar Latih Tenaga Medis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini

Rabu, 09 Sep 2026 10:33 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Melalui pelatihan langsung atau On The Job Training (OJT) bagi tenaga medis di enam rumah sakit se-Kabupaten Tuban, Dinas Kesehatan,…

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 akan kembali digelar di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Rencananya IMOS 2026 bakal…

Setahun, Purbaya Klaim Uji Berbagai Teori Ekonomi

Setahun, Purbaya Klaim Uji Berbagai Teori Ekonomi

Rabu, 09 Sep 2026 08:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto. Ia pun membeberkan…