Harga Kakao Naik 3 Kali Lipat, Petani di Madiun Sumringah Banjir Cuan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 10 Jul 2024 11:25 WIB

Harga Kakao Naik 3 Kali Lipat, Petani di Madiun Sumringah Banjir Cuan

i

Ilustrasi. Salah satu petani kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang sedang panen. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Harga kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur tengah meroket, bahkan naik hingga tiga kali lipat mencapai Rp 90 ribu-95 ribu Rp 95 ribu per kg. Padahal sebelumnya pernah harga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu saja. Hal itu tentu membuat para petani sumringah lantaran banjir pundi-pundi cuan.

Partun (65), salah satu petani kakao Desa Batok Kecamatan Gemarang mengatakan, meski sempat di harga Rp 90 ribu, saat ini harga turun jadi Rp 80 ribu per kg. Dengan harga Rp 80 ribu, menurut Partun lebih bagus dari harga Porang.

Baca Juga: Harga Porang di Madiun Melonjak Rp 12 Ribu per Kg, Petani Sumringah

"Masih bagus harga cokelat (kakao) dibanding porang harga kemarin hanya Rp 4 ribu per kg. Itu pun panen nunggu satu sampai dua tahun. Kalau kakao panen berkali-kali tergantung perawatan," jelas Partun, Rabu (10/07/2024).

Hal senada disampaikan oleh Priono (35), ia mengaku lebih tertarik menanam kakao daripada porang. Sebab harga porang yang anjlok drastis. "Ini saya mulai semai kakao rencana tanam nanti musim hujan. Kurang tertarik tanam porang," papar Priono.

Baca Juga: Jokowi Minta Produksi Sawit dan Kakao Nasional Digandakan

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan, jumlah petani kakao di Kabupaten Madiun mencapai 8.257 orang. Para petani tersebar di empat kecamatan wilayah pegunungan Wilis yakni Dolopo, Dagangan, Kare dan Gemarang.

"Para petani kakao ada di empat kecamatan yang merupakan di lereng Gunung Wilis. Mereka biasanya tumpangsari dengan tanaman lain seperti porang dan lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Sumanto. 

Baca Juga: PAD Semester I 2024 Kota Madiun Capai 52,98 Persen

Diketahui juga dari 8.257 petani tersebut dengan luas lahan 4.407 hektar dengan produksi setiap tahun bisa mencapai 892,5 ton. "Alhamdulillah untuk produksi kakao setiap tahun sekitar hampir 900 ton dari luas sekitar 4.400 hektare," tandas Sumanto. mdn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU