Harga Kakao Naik 3 Kali Lipat, Petani di Madiun Sumringah Banjir Cuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu petani kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang sedang panen. SP/ MDN
Ilustrasi. Salah satu petani kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang sedang panen. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Harga kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur tengah meroket, bahkan naik hingga tiga kali lipat mencapai Rp 90 ribu-95 ribu Rp 95 ribu per kg. Padahal sebelumnya pernah harga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu saja. Hal itu tentu membuat para petani sumringah lantaran banjir pundi-pundi cuan.

Partun (65), salah satu petani kakao Desa Batok Kecamatan Gemarang mengatakan, meski sempat di harga Rp 90 ribu, saat ini harga turun jadi Rp 80 ribu per kg. Dengan harga Rp 80 ribu, menurut Partun lebih bagus dari harga Porang.

"Masih bagus harga cokelat (kakao) dibanding porang harga kemarin hanya Rp 4 ribu per kg. Itu pun panen nunggu satu sampai dua tahun. Kalau kakao panen berkali-kali tergantung perawatan," jelas Partun, Rabu (10/07/2024).

Hal senada disampaikan oleh Priono (35), ia mengaku lebih tertarik menanam kakao daripada porang. Sebab harga porang yang anjlok drastis. "Ini saya mulai semai kakao rencana tanam nanti musim hujan. Kurang tertarik tanam porang," papar Priono.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan, jumlah petani kakao di Kabupaten Madiun mencapai 8.257 orang. Para petani tersebar di empat kecamatan wilayah pegunungan Wilis yakni Dolopo, Dagangan, Kare dan Gemarang.

"Para petani kakao ada di empat kecamatan yang merupakan di lereng Gunung Wilis. Mereka biasanya tumpangsari dengan tanaman lain seperti porang dan lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Sumanto. 

Diketahui juga dari 8.257 petani tersebut dengan luas lahan 4.407 hektar dengan produksi setiap tahun bisa mencapai 892,5 ton. "Alhamdulillah untuk produksi kakao setiap tahun sekitar hampir 900 ton dari luas sekitar 4.400 hektare," tandas Sumanto. mdn-01/dsy

Berita Terbaru

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wali Kota Madiun nonaktif Maidi membantah seluruh keterangan empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pem…

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Norwegia akan menghadapi Inggris pada pukul 4 pagi tanggal 12 Juli di Stadion Miami. Haaland sedang dalam performa gemilang dengan…

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp18.261.445.180. Harta…

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - l Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik, setelah kediamannya…

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung (Kejagung) meminta publik tidak membangun kesimpulan dari informasi yang belum terkonfirmasi. Dia juga berharap…

Periksa Juga Petinggi Penegak hukum yang Terlibat

Periksa Juga Petinggi Penegak hukum yang Terlibat

Kamis, 09 Jul 2026 21:22 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) mendesak Kortas Tipikor Polri agar memeriksa seluruh pihak yang…