Mohammad Fadeli: Siap Menerima Audiensi Komite Sekolah Wali Murid SDN Taddan II Besok

author Gandi Isharyanto Koresponden Sampang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mohammad Fadeli. SP/ GAN
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mohammad Fadeli. SP/ GAN

i

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Untuk  meningkatkan dunia pendidikan Mohammad Fadeli selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur siap menerima audiensi Komite Sekolah dan wali murid SDN Taddan II besok.

Menurut, Mohammad Fadeli kedatangan komite sekolah dan wali murid SDN  Taddan II disebabkan ada dugaan kurang sejalan antara Ibu Suwarti  selaku kepala sekolah SDN Taddan II terkait kepemimpinannya.

"Untuk itu, pihaknya dengan tangan terbuka mempersilahkan kepada Komite dan wali murid melakukan audiensi ke dinas. Apa yang menjadi sumber permasalahan dan unek-unek agar permasalahan cepat tuntas. Sehingga tidak berdampak pada proses belajar mengajar, apalagi mulai hari senin sekolah kembali masuk seperti biasa," ujar Mohammad Fadeli saat ditemui, Kamis (11/07/2024).

Kenapa Komite Sekolah dan wali Murid  SDN Taddan II, beringin keras melakukan audiensi ke dinas pendidikan kabupaten Sampang?

Menurut, Ibu Nur selaku Ketua Komite Sekolah SDN Taddan II, ia menyatakan wali murid tetap bersikeras untuk memberikan pelajaran kepada Oknum kepala Sekolah tersebut. Pihak Komite sekolah maupun wali murid , mengungkapkan  semua kecerobohan serta sifat represif dan otoriter yang dilakukan terhadap anak didik oleh oknum kepala sekolah.

“Kinerja Kepala Sekolah SDN Taddan II yang kurang elok berdampak pada nasib guru. Yang masuk di dalam sarang buaya (tidak Kondusif) selama oknum tersebut menjabat menjadi kepala sekolah UPTD SD Taddan II," ujarnya. 

Ibu Nur juga menceritakan segala kegiatan yang bersifat umum, menyangkut sekolah pihak komite sekolah tidak pernah dilibatkan oleh kepala sekolah.

"Yaa semua kegiatan komite tidak terlibat, seumpama perlu tanda tangan komite itu tidak terlibat, hal paling mencolok tanda tangan itu dipalsukan alias ditanda tangan sendiri," ungkapnya.

Disamping itu juga, kata Ibu Nur dalam internal sekolah tidak bisa kondusif, komite hanya satu kali difungsikan selama kepala sekolah itu menjabat. " Beda dengan kepala sekolah yang dulu, semua kegiatan tentang sekolah saya dilibatkan dan tidak berhenti komunikasi dengan saya, yaa transparan istilahnya " ungkap Ketua Komite Sekolah SDN Taddan II, Ibu Nur, (30/06/2024).

Melihat kinerja Kepala Sekolah SDN Taddan II, pihak Ibu Nur selaku Ketua komite sekolah dan para wali murid melakukan musyawarah.

Dalam hasil musyawarah tersebut, menghasilkan surat permohonan yang ditujukan kepada Pihak OPD teknis Dinas Pendidikan ( Disdik) Kabupaten Sampang  lengkap dengan lampiran tanda tangan wali murid, hampir 150 lebih wali murid bertanda tangan dan siap singkirkan (mutasi) Oknum kepala Sekolah UPTD SD Taddan II Suwarti. 

Bukan itu saja , adapun alasan pernyataan sikap Pihak Komite Sekolah dan Wali Murid yang memperkuat pihak OPD untuk segera mengambil langkah agar pihak oknum tersebut hengkang dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah UPTD SD Taddan II. Berikut pernyataan yang dibuat oleh pihak Wali Murid dan Komite Sekolah. 

  1. Tidak Adanya Transparansi Dana Bos terhadap Komite.
  2. Mencuat Kasus Tabungan Yang Tidak tepat Waktu dalam Penyaluran karena menyalahgunakan wewenang dengan cara menginvestasikan tabungan siswa secara pribadi kepada pihak lain yang tidak semestinya ( tidak sesuai dengan aturat edaran dari dinas pendidikan) dan. Tanpa sepengetahuan dewan guru, uang tabungan diberikan setelah terjadinya unjuk rasa.
  3. Kepala sekolah tidak mencerminkan kepribadian sebagai pimpinan diantaranya:
  •  Bertindak Represif dalam  menghadapi anak didik di UPTD SD Taddan II.
  • Bersifat Arogansi dan Otoriter terhadap Murid dan Guru.
  • Menjadikan Sekolah Sebagai ladang Bisnis Bagi Keluarganya ( Memperkaya diri).
  • Tidak difungsikan salah satu guru kepada tugasnya yang semestinya karena dialih fungsikan sebagai pencatat Tabungan murid sehingga menyebabkan pelayanan KBN terhadap peserta didik tidak maksimal. 

Berdasarkan persoalan diatas yang telah menimbulkan permasalahan bagi wali murid serta munculnya rasa  kontrak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan UPTD SD Taddan II dan merusak nama baik citra sekolah. 

Jika permohonan tersebut tidak diindahkan oleh pihak OPD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang , maka wali murid akan gelar Aksi Mogok belajar dan memindahkan semua anaknya ke sekolah lain. gan

Berita Terbaru

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Merespon hasil survey lembaga penelitian tentang kenaikan elektabilitas Partai Gerindra, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra …

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Senam jurus Kampung Pesilat tak sekadar menjadi aktivitas olahraga bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun mul…

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pesatnya investasi dan industrialisasi di Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan baru mampukah pendidikan lokal menyiapkan tenaga k…

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi banjir Sidoarjo yang kerap terjadi di wilayah…

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Polres Madiun Kota belum memberikan penjelasan terkait persoalan meter air di Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun. Hingga Selasa (…

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

Selasa, 08 Sep 2026 15:20 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberikan Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan bagi warga Surabaya. Tahun ini, sebanyak…