SURABAYAPAGI.com, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menunjukkan komitmennya terhadap penggunaan energi terbarukan, dengan memperkenalkan mobil konsep Kijang Innova Zenix Hybrid flex fuel vehicle (FFV).
Kijang Innova Zenix Hybrid FFV merupakan bukti nyata kesiapan Toyota dalam mendukung transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Mobil konsep ini dibekali mesin hibrida yang dapat menggunakan bahan bakar etanol, yang berasal dari berbagai sumber seperti tebu, sorgum, jagung, hingga singkong, tergantung ketersediaan sumber daya di wilayah setempat.
"Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid FFV menggunakan motor listrik yang dipadukan dengan mesin pembakaran internal yang menggunakan bahan bakar etanol, sehingga lebih ramah lingkungan," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, Minggu (21/07/2024).
Berdasarkan studi internal Toyota, tingkat emisi CO2 'Well to Wheel' Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid FFV lebih dari 60% lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix berbahan bakar konvensional, dan lebih dari 50% lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix Hybrid.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan di Indonesia sesuai dengan peta jalan energi nasional. Namun, produksi massal Kijang Innova Zenix Hybrid FFV masih bergantung pada kesiapan infrastruktur, regulasi, kebijakan harga, insentif, dan aspek lainnya.
"Jadi, kapanpun dibutuhkan kita siap, baik domestik maupun ekspor. Kita tunggu saja perkembangan energi terbarukan pemerintah ini seperti apa, ketersediaannya seperti apa, yang jelas kita sudah menyediakan kendaraannya," ujar Bob.
Sebelum Kijang Innova Zenix Hybrid FFV, pada 2023, Toyota Indonesia telah memperkenalkan Fortuner FFV di GIIAS. Dan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun memproduksi dan mengekspor mesin berbahan bakar etanol tipe TR ke negara-negara di Amerika Selatan, Toyota terus memimpin dalam teknologi kendaraan ramah lingkungan. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu