SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara resmi meluncurkan program "1 Kelurahan 1 Ambulans" dengan tujuan utama memastikan layanan kesehatan yang cepat dan tepat bagi warga. Peluncuran ini dilakukan di halaman Balai Kota Surabaya, dimana Eri Cahyadi menekankan pentingnya respons waktu yang efisien untuk menghindari keterlambatan penanganan kesehatan yang berujung fatal.
Eri Cahyadi dalam sambutannya mengungkapkan, "Semakin cepat ambulans datang lengkap dengan skema pertolongan pertama yang memadai, maka semakin besar pula kemungkinan pasien bersangkutan selamat dan sembuh. Inilah urgensi dari program '1 Kelurahan 1 Ambulans', agar akses pelayanan ambulans semakin dekat dan cepat sampai ke kampung-kampung."
Program ini tidak hanya menekankan kecepatan dalam pengantaran pasien ke fasilitas kesehatan terdekat, tetapi juga memperhatikan waktu tanggap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurutnya, waktu tanggap di IGD harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan penanganan cepat pada kasus-kasus darurat seperti henti jantung dan stroke.
"Dengan perpaduan respons waktu antara ambulans dan IGD, kami optimis dapat meningkatkan tingkat keselamatan dan kesembuhan pasien," tegas Eri Cahyadi.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya budaya hidup sehat sebagai upaya preventif dalam mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti henti jantung dan stroke. Selain itu, Eri Cahyadi juga mengapresiasi kontribusi masyarakat yang memiliki ambulans swadaya, yang turut berperan dalam keberhasilan program ini.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Anna Fajriatin, menambahkan bahwa saat ini terdapat total 208 unit ambulans yang terdiri dari swadaya masyarakat dan pemerintah kota.
"Dengan jumlah 153 kelurahan se Suraabya sudah terpenuhi. Artinya, 1 kelurahan itu sudah punya 1 ambulance atau bisa lebih, dan sistemnya terpadu," ucap Anna.
Dengan sistem terpadu ini, setiap kelurahan di Surabaya telah dilengkapi dengan minimal satu ambulans, sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan darurat dengan lebih efektif.
Diharapkan dengan implementasi program ini, respons waktu penanganan kesehatan di Surabaya dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan upaya untuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup warga Kota Pahlawan. Zis
Editor : Mariana Setiawati