Banggar Bahas Perubahan APBD 2024, Belanja Daerah Bertambah Rp 2,3 Triliun  

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jubir Banggar Yordan Batara Goa saat menyerahkan Pendapat Banggar terhadap P-APBD 2024 kepada pimpinan DPRD Jatim dan Pj Gubernur Jatim, Rabu 24/7/2024.
Jubir Banggar Yordan Batara Goa saat menyerahkan Pendapat Banggar terhadap P-APBD 2024 kepada pimpinan DPRD Jatim dan Pj Gubernur Jatim, Rabu 24/7/2024.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 mulai dibahas DPRD Jawa Timur. Setelah Pj Gubernur menyerahkan nota keuangan, Badan Anggaran dan Fraksi-Fraksi mulai melakukan kajian dan melanjutkan pembahasan.

Juru Bicara Banggar DPRD Jatim Yordan Batara Goa mengatakan, Perubahan APBD Jatim 2024 harus mampu beradaptasi dengan sejumlah peluang dan tantangan situasi kebijakan nasional, dalam konstruksi ekosistem ekonomi global. Di tengah tekanan ekonomi global yang diproyeksikan stagnan pada level 3,2 persen pada tahun 2024, kita bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur masih dalam angka 4,81 persen (y-o-y).

Dalam konteks pembahasan Perubahan APBD 2024, kami tentu sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai instrumen kebijakan fiskal maupun non fiskal dalam kewenangannya, mampu setidaknya mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di angka minimal 5%. “Tentnya dalam bentuk Pengelolaan APBD yang dilakukan dengan hati-hati, antisipatif, responsif, dan suportif,” sebut Yordan, dalam rapat paripurna Pendapat Banggar, Rabu 24/7/2024.

Dalam kerangka memastikan berjalannya idealitas pengelolaan APBD Jawa Timur khususnya di paruh akhir Tahun Anggaran 2024, Badan Anggaran DPRD Jawa

Timur memberikan catatan-catatan. Agar dijadikan pijakan awal pembahasan di tingkat Komisi maupun Fraksi DPRD Jawa Timur.

Dijelaskannya, proyeksi Pendapatan Daerah yang mengalami perubahan semula dianggarkan sebesar Rp31.418.164.711.000 berubah menjadi sebesar Rp 31.845.547.652.803 rupiah atau bertambah sebesar Rp427.382.941.796. "Peningkatan target Pendapatan Daerah ini kiranya hanya berasal dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” sebutnya.

Selanjutnya, Belanja Daerah semula dianggarkan sebesar Rp33.265.021.983.864 berubah menjadi Rp35.633.320.044.675. Hasil kajian Badan Anggaran DPRD Jawa Timur menunjukkan pentingnya prinsip kehatian-hatian dan suportif dalam perencanaan penambahan Belanja Daerah sebesar Rp2.368.298.060.811 rupiah. Dengan rincian Belanja Pegawai diproyeksi berkurang menjadi Rp9.061.607.498.836. Kemudian Belanja Modal diproyeksikan Rp2.324.547.336.232. Ditambah Pembiayaan Daerah terdapat penerimaan dari SILPA Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp3.796.949.014.112. Sebagaimana di dalam postur rancangan Perubahan APBD 2024, SILPA Tahun Anggaran 2023 ini digunakan untuk menutup defisit Tahun 2024. Badan Anggaran di satu sisi dapat memahami penggunaan SILPA 2023 untuk dapat menutup defisit belanja daerah. “Namun di sisi lain juga mendorong agar setiap komisi bersama mitra OPD masing-masing dapat memastikan berjalannya prognosis untuk setiap program prioritas OPD,” pinta politisi PDI-P ini.

Dalam kesempatan yang sama, Banggar juga mengapresiasi prinsip antisipatif dan responsif dalam pengelolaan APBD Jawa Timur. Prinsip demikian seyogyanya menjadi karakter pengembangan BUMD Jawa Timur di dalam menyambut setiap peluang perkembangan pasar usaha demi pemupukan keuntungan Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Memandang perangkaan target penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar Rp467.562.637.858 dimana kemudian diturunkan menjadi Rp463.408.806.000. Dalam hal ini, Badan Anggaran sangat mengkhawatirkan adanya potensi kehilangan pendapatan daerah imbas dari berlakunya Undang Undang tentang Hubungan keuangan Pemerintah pusat dan Daerah. “Komisi terkait agar melaksanakan pembahasan secara cermat, bila perlu menghadirkan jajaran Direktur BUMD untuk menvalidasi target penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan,” ucapnya serius. rko

Berita Terbaru

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…