SURABAYAPAGI.com,Sidoarjo - Larung saji bagian dari kegiatan agenda rutin setiap tahun, di wisata Bahari Tlocor oleh warga Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, pada Minggu (28/07/2024).
Sontak puluhan warga dengan membawa hasil bumi, berupa berbagai macam menu makanan, ikan, serta buah-buahan. Tak hanya itu mereka para peserta berjalan kaki diiringi arak-arakan, tumpeng, parade sound system, drum band, replika ogoh-ogoh semar, dan harimau menempuh jarak sejauh 4 kilometer.
Menurut warga setempat santi mengakui Larung Saji ini menjadi tradisi dan digelar setiap tahun. Dan kegiatan ini benar-benar dinantikan warga, sehingga diarea lokasi selalu dipadati. Intinya berganti tahun lebih meriah, dan semarak. Sehingga pengunjung enggan meninggalkan lokasi.
Sementara Wawan Hermawan selaku Kepala Desa (Kades) Kedungpandan, dilokasi mengatakan kegiatan larung saji atau sedekah bumi, adalah sebagai bentuk wujud rasa puji syukur kepada kehadirat Alloh SWT. Agar dilimpahkan rezeki, kesehatan, kemakmuran, dan kesejahteraan, serta dijauhkan marabahaya malapetaka. Hal ini juga sebagai tradisi agenda rutin setiap tahun , telah mana hasil bumi diarak kemudian di larung ke laut, ucapnya.
"Alhamdulillah, antusias warga sangat terlihat kekompakan, keguyuban, gotong-royong satu dengan lainnya. Mereka bersemangat dengan beraneka ragam busana adat jawa, tarian, berjalan kaki dibawah panas terik matahari. Kami berharap kegiatan ini terus dilakukan, lebih meriah, semarak, dan berkelanjutan," ungkap Wawan Hermawan, Minggu (28/07/2024).
Terpisah Baidowi selaku Kepala Dusun Tlocor, sekaligus panitia penyelenggara kegiatan menjelaskan larung saji atau sedekah bumi dibulan Suro. Agar petani maupun petani tambal, mendapatkan keberkahan atas hasil bumi.
"Larung saji ini nantinya akan ditenggelamkan ke sungai, sebagai wujud rasa syukur dan mudah-mudahan tahun depan mendapatkan rezeki yang berlimpah", jelas Baidowi.
"Kali ini sangat beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kita mengambil tema yang cukup unik, diantaranya menampilkan replika binatang harimau dan replika semar. Keduanya berkaitan dan memiliki makna tersendiri bagi kami," tambahnya.
Diketahui, serangkaian acara sebelumnya diawali gelar berdoa bersama (istighotsa), diikuti seluruh warga. Sedangkan dimalam hari dihibur kesenian jaranan atau bantengan. Selanjutnya akan ditutup dengan pengajian akbar. Kegiatan tersebut dipusatkan pada wisata bahari Tlocor, selain itu dapat meningkatkan UMKM, pungkasnya. Hik
Editor : Desy Ayu