SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Harian kita edisi Senin (29/7/2024) halaman 12, turunkan berita berjudul "FIFA Janji Bangun Sepak Bola Indonesia Secara Fantastis". Sumber berita adalah Presiden FIFA, Gianni Infantino. Saat bertemu Presiden terpilih Prabowo dan Ketua PSSI Erick Thohir, Infantino, memberikan kesempatan Indonesia melakukan transformasi sepak bola bersama FIFA.
"Kami membahas hubungan kerja yang fantastis dengan Indonesia dan PSSI serta kemajuan luar biasa yang telah dicapai oleh negara yang indah akhir-akhir ini. Kami juga membahas tentang peningkatan popularitas sepak bola di kalangan pemuda," kata Infantino di laman resmi FIFA.
Program FIFA Forward ini turut mendanai pembangunan Pusat Pelatihan Nasional pertama PSSI di ibu kota baru Indonesia, Ibu Kota Nusantara (IKN).
Training center itu akan meliputi pembangunan lapangan dengan rumput alami, lapangan rumput sintetis, asrama, dan ruang ganti.
"Saya sampaikan kepada Presiden terpilih Prabowo bahwa ia dapat mengandalkan FIFA untuk membantu Indonesia mewujudkan potensi sepak bolanya yang besar dan saya berharap dapat bekerja sama dengannya di masa mendatang," ujar Infantino, Minggu.
Infantino telah membahas kerja sama fantastis bersama Presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto di Paris.
Apa dan bagaimana kerja sama fantastis bidang sepak bola?
***
Saya mencatat, FIFA turut mendanai pembangunan Pusat Pelatihan Nasional pertama PSSI di ibu kota baru Indonesia. Ini artinya PSSI diringankan.
Ternyata, training centernya meliputi pembangunan lapangan dengan rumput alami, lapangan rumput sintetis, asrama, dan ruang ganti.
Itu cara FIFA membantu Indonesia mewujudkan potensi sepak bolanya yang besar di masa mendatang.
Pertanyaannya, apakah training center mampu menelorkan atlit pesepak bola asli Indonesia di kancah dunia?
Apakah training centernya di IKN bisa menciptakan nama sekelas Stefano Lilipaly, Febri Haryadi, Rachmat Irianto. Gaji Rachmat Irianto dan Rizky Ridho yang memiliki nilai taksiran gaji setinggi 5,65 miliar rupiah.
***
Literasi bacaan saya, sepakbola fantastis lebih mengarah kepada permainan untuk menebak pemain mana yang memiliki kinerja terbaik di tim sepakbola sungguhan.
Benarkah FIFA bisa membuat sebuah tim sepakbola Indonesia yang fantastis ? Juga mewujukan sistem liga yang spesifik, lalu memilih pemain dari liga tersebut, dan mengumpulkannya ke satu skuad menjadi timnas berkinerja fantastis di pertandingan sungguhan?
***
Kini timnas kita dilatih Shin Tae-yong atau lazim disingkat STY . Ia adalah mantan pemain sepak bola berkebangsaan Korea Selatan. Sebelumya, dia pernah menjadi Pelatih Korea Selatan pada Piala Dunia 2018.
Selain mencatatkan sejarah untuk Indonesia, ia juga mencatatkan sejarah untuk dirinya sendiri. Yakni, merupakan orang pertama yang memenangkan Kejuaraan Klub Asia / Liga Champions AFC sebagai pemain dan pelatih, ia memenangkan Kejuaraan Klub Asia 1995 dan Liga Champions AFC 2010 bersama Seongnam Ilhwa Chunma.
Ia mulai membela timnas Korea Selatan sejak tahun 1987 hingga 1997. Lalu memulai karir aebagi pelatih sejak tahun 2005.
Sejak 2005-2008 menjadi asisten pelatih Queensland Roar. Kemudian tahun 2008-2012 melatih klub Seongnam Ilhwa Chunma korsel.
Tahun 2014 mulai menjadi asisten timnas Korea Selatan hingga tahun 2027. Lalu menjadi pelatih utama timnas korael tahun 2016,2017, dan 2018.
Barulah pada tahun 2020-2023 menjadi pelatih timnas Indonesia U-20 dan U-23. Saat ini karirnya sebagai pelatih Timnas, telah diperpanjang hingga tahun 2027.
Kini STY pun diharapkan mampu mendongkrak prestasi Timnas Indonesia, dan bisa menembus Piala Dunia 2026 dan menembus babak semifinal Piala Asia 2027.
***
Sama dengan di Indonesia, Sepak bola menjadi olahraga paling populer di Portugal. Sampai kini, Timnas Portugal punya banyak prestasi yang melahirkan pemain sepak bola dunia seperti Cristiano Ronaldo, dan Luis Figo.
Juga Jerman. Dengan sejarahnya yang indah, sepak bola Jerman telah banyak menghasilkan pemain berbakat selama bertahun-tahun. Mulai dari Franz Beckenbauer, Miroslav Klose hingga Thomas Mueller. Mereka adalah segelintir pemain hebat milik tim Panzer Jerman.
Tim-tim yang ada di Bundesliga juga ikut andil dalam menyuplai pemain-pemain berbakat di timnas Jerman dengan Bayern Muenchen selalu menjadi penyuplai paling banyak. Lalu ada Borussia Dortmund dengan pemain mudanya.
Sejarah mencatat, bagaimana Roberto Mancini Membuat Italia Kuat? Kehadiran Roberto Mancini sejak Mei 2018 mengubah banyak permainan timnas Italia. Perubahan itu masih terasa hingga babak perempat final Piala Eropa atau Euro 2020. Gli Azzuri, julukan timnas Italia, belum pernah merasakan kekalahan sejak September 2018, tepatnya kalah dari Portugal di ajang Liga Negara. Sejak saat itu hingga pertandingan terakhir Gli Azzuri di perempat final Euro 2020 kontra Belgia, 3 Juli 2021, mereka sudah melewati 32 laga tanpa kekalahan. Torehan tersebut tentu menjadi yang terbanyak ketiga setelah Brasil (35) dan Spanyol (35) dalam sejarah sepak bola level tim nasional.
Keberadaan Roberto Mancini di kursi kepelatihan timnas Italia tentu jadi perbincangan. Bagaimana dia bisa mengubah Gli Azzuri menjadi kuat?
Praktis, keberadaan Roberto Mancini di kursi kepelatihan timnas Italia tentu jadi perbincangan. Bagaimana dia bisa mengubah Gli Azzuri menjadi kuat?
Langkah pertama yang dilakukan oleh Roberto Mancini ketika kali pertama datang adalah merombak hampir keseluruhan skuad. Mancini bahkan sempat jadi bahan perbincangan ketika memanggil Nicolo Zaniolo dan Sandro Tonali. Sebab, kedua tim itu belum merasakan atmosfer Serie A kala dipanggil ke Gli Azzuri. Selain itu, nama-nama veteran seperti Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, hingga Daniele De Rossi tak dimasukkan oleh Mancini.
Akankah FIFA menjadikan Indonesia negara Asia yang memiliki timnas sepak bola seperti Portugal, Jerman Italia. Semoga. ([email protected])
Editor : Moch Ilham