Debt Collector PT BFI Rampas Mobil Warga Peganden Manyar yang Sedang Shalat Dhuhur

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban pelapor Muhammad Basofi didampingi pengacara Tri Sutrisna SH usai melapor ke Satreskrim Polres Gresik, Selasa (13/8/2024). SP/M Aidid
Korban pelapor Muhammad Basofi didampingi pengacara Tri Sutrisna SH usai melapor ke Satreskrim Polres Gresik, Selasa (13/8/2024). SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik -

Debt collector kembali berulah di Gresik. Kali ini menimpa Muhammad Basofi (35), warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Rumah korban tiba-tiba didatangi sejumlah orang yang diduga anggota debt collector dari perusahaan leasing PT BFI. Mereka merampas mobil Toyota Fortuner milik Basofi ketika si pemilik dan istrinya sedang menjalani ibadah salat dhuhur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/8/2024) lalu sekitar pukul 14.00 Wib.
Akibat kejadian itu Basofi mengaku sangat terpukul, apalagi ulah para debt collector sempat bersitegang dengan dia dan istrinya yang sedang hamil muda.

"Istri saya benar-benar trauma atas kejadian ini. Apalagi saat ini kondisi istri saya lagi hamil, Mas," ungkap Basofi sedih saat ditemui usai melaporkan kejadian yang menimpanya ke Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gresik, Selasa (13/8).

Dengan didampingi pengacara Tri Sutrisna SH, Basofi melaporkan kejadian yang baru dialaminya beberapa hari lalu. Keterangan dan pengakuannya sudah diambil dan diberkas oleh penyidik Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Gresik.

Basofi menceritakan asal muasal sehingga terjadinya perampasan mobil miliknya oleh segerombolan debt collector.

Awalnya pada sekitar bulan Nopember 2023, Basofi tertarik dengan sebuah iklan di market place medsos yang menawarkan sebuah mobil jenis Toyota Fortuner warna hitam keluaran 2012. Si penjual bernama Gumar Eko Prahargo, warga Mojokerto mematok dengan harga jual Rp190 juta.

Singkat cerita, Basofi dan Gumar menyepakati harga jual beli meski pajak kendaraan mati selama 2 tahun. Selain itu, pembayaran tidak akan dilunasi oleh Basofi selama BPKB mobil masih di tangan Gumar. Saat itu, Gumar berjanji akan menyerahkan BPKB dua bulan ke depan. Dia tidak memberitahu Basofi jika mobil yang dijualnya masih proses kredit di PT BFI Mojokerto.

Karena sudah kepincut dengan mobil sesuai keinginan, Basofi dan istrinya kemudian melakukan pembayaran terhadap mobil berpelat nomor polisi S 1240 NK tersebut. Pembayaran dilakukan secara transfer sebanyak empat kali. Totalnya mencapai Rp109 juta. Sisanya akan dibayar setelah BPKB diserahkan. Mobil Toyota Fortuner warna hitam itu pun beralih menjadi milik Basofi.

Setelah dua bulan mobil dibeli, Basofi mengontak Gumar agar membawa BPKB mobilnya sekaligus untuk melunasi sisa harga mobil. Namun berkali-kali dihubungi Gumar tak juga merespon.

Tiba-tiba pada Kamis (8/8) lalu datang sekelompok orang rata-rata berbadan besar ke kediaman Basofi di Desa Peganden, Manyar, Gresik. Mereka secara paksa mau mengambil mobil Basofi yang lagi diparkir depan rumah.

Meski memaksa dan tak menunjukkan surat perintah penyitaan, para debt collector dari PT BFI itu tak berhasil membawa mobil karena kunci mobil tak mau diserahkan oleh Basofi dan istri.
Merasa gagal, komplotan ini kemudian memaksa masuk ke dalam rumah tapi dihadang oleh Basofi dan istrinya.

Saat itu bahkan istri Basofi, terlihat dalam CCTV berteriak maling berulang-ulang agar para pria tersebut hengkang dari teras rumahnya. Tapi mereka tetap bertahan disitu.

Sekitar pukul 14.00, Basofi mengajak istrinya untuk Salat Dhuhur. Di tengah menjalankan ibadah itu tiba-tiba terdengar suara penjaga olshop di depan, berteriak kalau mobil Basofi dibawa lari oleh para debt collector tadi.
Setelah ditelisik, ternyata salah seorang dari pria yang tak diundang itu berhasil masuk ke rumah Basofi dan membawa kunci mobil yang ditaruh di atas sebuah bufet.

Akibat dari kejadian tersebut, Basofi lantas melaporkannya ke Satreskrim Polres Gresik. "Saya sangat berharap pihak kepolisian segera mengungkap dan menangani kasus yang sangat merugikan ini. Gara-gara kejadian ini istri saya yang sedang hamil sangat trauma," ucap Basofi didampingi pengacara Tri Sutrisna SH.

Kasus ini sudah ditangani oleh penyidik Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Gresik. grs

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…