Kasus Perampasan Mobil di Gresik Belum Juga Naik ke Penyidikan

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Potongan rekaman CCTV yang memperlihatkan dua anggota debt collector yang merampas mobil Basofi di rumahnya Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik pada 8 Agustus lalu. SP/M Aidid
Potongan rekaman CCTV yang memperlihatkan dua anggota debt collector yang merampas mobil Basofi di rumahnya Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik pada 8 Agustus lalu. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Korban perampasan mobil Muhammad Basofi (35), warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik mendesak penyidik Satreskrim Polres Gresik menangkap para pelaku yang telah membawa lari mobil Toyota Fortuner miliknya pada 8 Agustus lalu.

"Saya dan istri sangat menanggung malu atas kejadian ini. Jadi bagaimanapun saya tak akan mau berdamai dengan para pelaku. Karena mereka telah mempermalukan dan merendahkan keluarga saya di mata para tetangga," ungkap Basofi tegas melalui ponselnya, Kamis (28/8/2024).

Basofi dan istrinya, Diah Ayu Putrihadifia pantas marah dan kecewa. Pasalnya, akibat peristiwa perampasan mobil oleh segerombolan debt collector tersebut sebagian warga di kampungnya ikut mencibirnya. Pasangan suami istri ini dikira sudah melakukan tindak penipuan dan penggelapan. Buktinya, mobil yang diakui miliknya telah diambil paksa oleh pemilik sebenarnya.

Akibat dari cara dan tindakan kasar para debt collector dalam mengambil mobilnya membuat Basofi dan istrinya stres berat. "Istri saya bahkan traumatik sekali atas kejadian ini. Dia sampai masuk rumah sakit karena kondisinya saat lagi hamil muda," ungkap Basofi sedih.

Kemarin (27/8) Basofi dan Diah kembali dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban. "Dalam pemeriksaan kemarin (27/8) saya kembali meminta kepada penyidik untuk segera menangkap para debt collector yang telah membuat resek di rumah," ungkap Basofi kepada awak media.

Menurut Basofi, sebenarnya para penyidik telah mengetahui gerombolan debt collector yang merampas mobilnya. Satu diantaranya yang dikenal Basofi bernama Oki. "Anggota debt collector bernama Oki inilah yang paling keras memaksa untuk mengambil mobil saya. Tapi saya masih bisa bertahan agar mereka tidak masuk ke dalam rumah. Namun kemudian mereka berhasil membawa lari mobil ketika saya dan istri sedang menjalani ibadah Salat Ashar," ucap Basofi menceritakan ulang kejadian di rumahnya pada 8 Agustus lalu sekitar pukul 14.00.

Bagi Basofi tidak ada alasan bagi penyidik untuk tidak menangkap para perusuh di rumahnya. Selain tindakan mereka bar-bar ala preman juga sudah mengancam ketenangan rumah tangganya dan meresahkan warga. Tindakan mereka terekam dengan jelas di monitor CCTV. "Wajah para debt collector terlihat jelas di layar CCTV, jadi polisi tinggal nangkap mereka," jelas menutup perbincangan.

Sementara advokat Tri Sutrisna, kuasa hukum Basofi, mengaku jika kasus perampasan mobil kliennya sampai saat ini masih berproses. "Masih tahap penyelidikan," ungkapnya.

Sesuai informasi dari penyidik, tambah Tri, penyidik masih akan memeriksa pihak PT BFI Mojokerto sebagai bahan untuk gelar perkara sebelum naik ke penyidikan.

Sementara Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan saat dimintai konfirmasi seputar perkembangan penanganan kasus ini, masih enggan menjawab. Beberapa kali dihubungi melalui pesan WhatsApp ke ponselnya, tapi tetap saja tak merespons. grs

Berita Terbaru

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…

Hadir Daring Dalam Anual Meeting Unesco Di Bulgaria, Ponorogo Soroti Keberlanjutan Reog di Tengah Gempuran AI

Hadir Daring Dalam Anual Meeting Unesco Di Bulgaria, Ponorogo Soroti Keberlanjutan Reog di Tengah Gempuran AI

Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Foto:          SURABAYA PAGI, Ponorogo– Ketika kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat dan mengubah lanskap kreativitas, Ponorogo membawa persoalan keberl…

Coway Perluas Kehadiran di Surabaya, Donasikan Pemurni Air dan Udara ke Masjid Cheng Hoo

Coway Perluas Kehadiran di Surabaya, Donasikan Pemurni Air dan Udara ke Masjid Cheng Hoo

Kamis, 17 Sep 2026 16:50 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 16:50 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Coway International Indonesia memperkuat ekspansinya di luar kawasan Jabodetabek dengan menjadikan Surabaya sebagai salah satu p…