Hasil Investigasi Meninggalnya dr 'ARL', Digelar di Kepolisian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bicara dengan anggota Komisi IX DPR RI terkait sikap aksi bullying di kalangan dokter spesialis yang membuat salah satu dokter meninggal dan ayahnya depresi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bicara dengan anggota Komisi IX DPR RI terkait sikap aksi bullying di kalangan dokter spesialis yang membuat salah satu dokter meninggal dan ayahnya depresi.

i

Ayahnya Sampai Meninggal Usai Dengar Rekaman Keluhan Anak Saat Jalani PPDS

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan telah melakukan investigasi atas meninggalnya dr 'ARL' saat menjalani masa residensi di prodi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip).

Hasil investigasi tersebut  sudah diserahkan kepolisian. Rencananya gelar perkara akan dilakukan Jumat kemarin (30/8/2024). Tapi sampai semalam belum diumumkan.

 

Bullying di Kalangan Dokter

Pelaku bullying dipastikan Menkes mendapatkan sanksi tegas. Tidak diperkenankan berpraktik di lingkup RS vertikal.

"Kalau itu masih terjadi, tidak boleh praktik di RS vertikal, silakan praktik di RS lain," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Komisi IX DPR RI, Kamis malam (29/8/2024).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka-bukaan soal bullying di kalangan dokter. Mulai dari perkembangan kasus dugaan bunuh diri dr ARL hingga 10 prodi PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) dengan kasus bullying terbanyak.

Terkait kasus dugaan bunuh diri seorang dokter residen anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip), dr ARL, Menkes mengatakan sudah mengantongi bukti adanya perundungan. Di antaranya mencakup rekaman suara dan tangkapan layar chat korban.

Sebelumnya, sempat muncul bantahan dari Undip bahwa dr ARL meninggal bukan karena bunuh diri melainkan karena sakit. Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr Azhar Jaya, hal itu tidak mengesampingkan fakta adanya perundungan.

"Jadi, orang ini memang sakit, tapi bukan berarti nggak terjadi perundungan ya. Intinya ya kita tidak menyalahkan pihak universitas apa Undip, tapi istilahnya kondisi almarhumah saat sakit, bertambah parah, dan akhirnya terjadilah, kejadian yang tidak kita inginkan," terang dr Azhar saat ditemui seusai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (29/8/2024).

Menkes menyayangkan masih ada saja upaya menutup-nutupi kasus bullying, padahal sudah memakan 'korban'. Hasil investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menunjukkan adanya perundungan di balik kematian dr 'ARL' saat menjalani masa residensi di prodi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip).

"Sudah meninggal masih ditutup-tutupi, aduh jangan deh, ayahnya juga sakit gara-gara dia mengetahui anaknya meninggal," ungkapnya saat ditemui di Komisi IX DPR RI, Kamis (29/8/2024).

 

Pelaku Bullying Disanksi Tegas

Ayah 'dr ARL' kemudian meninggal dunia pada Selasa dini hari (27/8) di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah kurang lebih sepekan menjalani perawatan. Menkes sempat bertakziah ke rumah korban di Tegal dan juga menemukan bukti rekaman keluhan anak saat menjalani PPDS.

"Saya juga melihat rekaman di mana anaknya mengeluh sampai nangis, dan memang kasian sekali karena beliau saya paham lah sebagai orangtua pasti stres seperti itu kehilangan anak tercintanya, aku rasa ini udah saatnya berhenti," lanjut dia.

Pelaku bullying dipastikan Menkes mendapatkan sanksi tegas. Tidak diperkenankan berpraktik di lingkup RS vertikal.

"Kalau itu masih terjadi, tidak boleh praktik di RS vertikal, silakan praktik di RS lain," pungkas dia. n erc/rmc

Berita Terbaru

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti adanya rencana kegiatan edukatif “Aksi Mewarnai Gambar Batik Pring Sedapur Anak RA/TK se-Kabupaten Magetan”, Pem…

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih…

Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan

Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai paya memperkuat akses keadilan bagi masyarakat di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menyediakan fasilitas…