Peristiwa Pidana Sudah Sebulan Berlalu, Penyidik Polres Gresik Baru Menyelidiki

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban perampasan mobil M Basofi dan pengacaranya, Tri Sutrisna saat melaporkan kejadian pada 13 Agustus lalu. SP/M Aidid
Korban perampasan mobil M Basofi dan pengacaranya, Tri Sutrisna saat melaporkan kejadian pada 13 Agustus lalu. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Penanganan kasus perampasan mobil yang diawali dengan tindakan masuk rumah korban tanpa izin oleh Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gresik terkesan sangat lambat dan berliku. Buktinya, penyelidikan terhadap tindak pidana yang menyangkut perilaku para debt collector yang memasuki rumah korban M Basofi tanpa izin pada 8 Agustus lalu baru dimulai hari ini, Selasa (3/9/2024).

Korban M Basofi menyayangkan sikap para penyidik Polres Gresik yang mengulur waktu untuk meringkus para peneror di rumahnya di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik pada awal Agustus lalu.

"Bagaimana saya tidak kesal Mas, sudah hampir sebulan ini para debt collector yang sudah jelas tampang-tampangnya di layar monitor CCTV hingga kini belum juga ditangkap oleh polisi. Padahal identitas mereka sudah diketahui polisi. Para pelaku ini telah masuk ke rumah saya secara melawan hukum kemudian mereka membawa lari mobil saya yang diparkir depan rumah," ucap Basofi dengan nada tinggi melalui saluran selulernya, Selasa (3/9).

Akibat dari tindakan brutal para debt collector tersebut, tidak hanya membuat Basofi kehilangan mobil Toyota Fortuner miliknya tapi juga membuat istrinya, Diah Ayu Putrihadifia yang sedang hamil mengalami stres dan traumatik atas kejadian tersebut. Sehingga harus menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.

Pagi tadi (3/9), Basofi dan istri didampingi kuasa hukum Tri Sutrisna kembali mendatangi Polres Gresik. Kali ini keduanya dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai saksi korban pada peristiwa yang terjadi di kediaman mereka pada 8 Agustus lalu. Jika pada awal lalu diperiksa sebagai saksi tindak pidana penipuan oleh penyidik Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim, kini beralih ke penyelidikan peristiwa pidana masuk ke rumah orang lain dengan secara melawan hukum.

"Jadi memang ada dua kasus yang kini dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Satu kasus ditangani di Unit Pidek dan satunya lagi di Unit Pidum. Penanganan kasus ini tidak secara bersama-sama meski tempus delictinya sama," ungkap advokat Tri Sutrisna yang mendampingi korban Basofi dan istri.

Akibat dari penyelidikan yang tidak simultan ini maka terkesan penanganan kasus perampasan mobil ini lambat dan setengah-setengah. Sehingga hasilnya membuat kesal pelapor sekaligus korban atas peristiwa ini. Sudah hampir sebulan ini tidak seorang pun di antara pelaku debt collector yang masuk paksa ke rumah korban terlihat dipanggil oleh aparat kepolisian.

"Klien saya sudah beberapa kali memberi kesaksian di hadapan penyidik sekaligus menyerahkan kelengkapan bukti-bukti yang cukup. Seharusnya tinggal dilaksanakan giat gelar perkara dan menaikkannya ke penyidikan," ujar Tri usai mendampingi pemeriksaan dua kliennya.

Ditambahkan, bukti-bukti berupa video rekaman CCTV, STNK mobil yang dirampas dan kunci kendaraan serta keterangan saksi korban seharusnya sudah cukup untuk menaikkan kasus ini ke penyidikan. Apalagi saksi dari pihak leasing PT BFI Mojokerto telah mengakui adanya penarikan paksa terhadap kendaraan di rumah korban pada 8 Agustus lalu.

Menurut korban, seandainya saja pihak kepolisian mendahulukan penanganan peristiwa pidana masuk ke rumah orang lain tanpa ijin atau secara bersamaan dengan penanganan kasus penipuan, maka pengungkapan kasus ini tidak akan selambat ini. "Bagaimana mungkin orang-orang yang sudah membuat onar di rumah saya sampai sekarang belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian. Apa kita mau membiarkan tindakan premanisme berlanjut di Kota Santri ini," tutup Basofi dengan nada kesal.

Sementara ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan lagi-lagi enggan menjawab ketika dihubungi via pesan WhatsApp ke ponselnya. grs

Berita Terbaru

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…