Polisi Periksa Sejumlah Saksi dalam Kasus Tewasnya Siswa Usai Dilempar Kayu Berpaku

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar saat memberikan keterangan kepada awak media. SP/Lestariono
Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar saat memberikan keterangan kepada awak media. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Peristiwa tewasnya K (14) salah satu siswa ponpes di kecamatan Ponggok kabupaten Blitar pada Minggu (15/9) lalu kini masih dalam penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Blitar Kota.

Menurut Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar pada wartawan di ruang kerjanya pada Jumat (27/9) siang mengatakan, kejadian itu bermula, pada Minggu (15 September) setelah shalat Subuh para siswa siswa MTs yang berada di ponpes, lakukan olah raga, kemudian di lanjutkan dengan shalat Dhuha.

"Ketika salah satu ustad atau gurunya, menghimbau atau mengajak segera diakhiri olah raganya, rupanya anjuran gurunya mereka masih olah raga, ada yang bulu tangkis lari-lari dsb. Terus guru itu melempar kayu ke arah anak-anak tersebut agar persiapan shalat Dhuha juga ada kunjungan keluarga para siswa," kata Iptu Samsul.

Ternyata lemparan kayu yang berpaku itu mengenai salah satu siswa yang sedang bermain dan mengenai kepala korban bagian belakang.

"Saat gurunya melempar kayu ke arah siswa-siswanya, korban K yang duduk di kelas 2 MTS berjalan dan mengenai kepala korban dan kayu menancap pada kepala korban, saat dicabut oleh guru nya, terjadi pendarahan, dan korban langsung dilarikan ke RSUD Srengat," tambah Iptu Samsul.

Iptu Samsul menambahkan, saat dilarikan ke RSUD Srengat sekitar pukul 07.00 dan sudah kritis akhirnya dilarikan ke RS Ka Ka Pare Kediri, namun korban sudah meninggal dunia.

"Kasus ini sudah ditangani oleh Sat Reskrim, termasuk memeriksa saksi-saksi, termasuk guru atau ustadz yang bersangkutan, dan terus dilakukan penyidikan, termasuk keluarga korban, sedang kedua orang tua korban kerja di luar negeri, korban tinggal bersama neneknya, karena masih berduka kita menunggu keluarga korban untuk pemeriksaan, untuk pelaku pelemparan terus dilakukan pemeriksaan," tandas Iptu Samsul pada wartawan. Les

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…