Per Awal Oktober, Belasan Desa di Ponorogo Terdampak Kekeringan Ekstrem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Bantuan air bersih BPBD Ponorogo ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG
Ilustrasi. Bantuan air bersih BPBD Ponorogo ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, sebanyak 19 dukuh di 17 desa, tersebar di tujuh kecamatan terdampak kekeringan ekstrem pada awal Oktober 2024.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya, mengungkap, bahkan saat ini masih berpotensi untuk bertambah, baik luas maupun warga yang terdampak kekeringan. Yakni total ada 1.062 KK atau 2.734 jiwa terdampak krisis air.

“7 kecamatan itu di Kecamatan Pulung, Slahung, Bungkal, Sawoo, Jambon, Sooko dan Sampung. Kemarau panjang masih terjadi. Walaupun beberapa hari hujan sudah mengguyur. Tetapi belum merata di seluruh wilayah Ponorogo,” ungkap Agung, Minggu (13/10/2024).

Lebih lanjut, rata-rata yang mengalami perluasan kekeringan pada saat ini  karena sumber-sumber yang biasanya dikonsumsi oleh warga, kering tidak keluar air.  Sehingga, warga benar-benar  berharap adanya dropping air bersih dari BPBD maupun komunitas lain yang  peduli terhadap bencana kekeringan di Ponorogo.

Hingga saat ini BPBD Ponorogo telah mendistribusikan sebanyak 1,2 juta liter air bersih kepada warga terdampak. Sedangkan untuk sekali dropping, jelas di. satu dukuh mendapat kiriman sekitar 12 ribu liter, tergantung banyak sedikitnya warga terdampak.

“Satu dukuh seminggu itu bisa kita dropping dua kali. Mudah-mudahan itu bisa dimanfaatkan warga dengan baik, dan kami minta warga untuk menghemat penggunaannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk daerah yang terdampak kekeringan terparah adalah di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, dan sejumlah desa di Kecamatan Slahung. Hal ini karena geografis desa tersebut. Sebab lokasi tersebut terletak pada geografis dataran tinggi, dan tidak banyak memiliki sumur dalam. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …