SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya diharapkan bukan hanya dikenal sebagai kota yang maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga sebagai kota yang ramah terhadap anak. Beberapa waktu lalu Kota Pahlawan secara resmi menerima pengakuan internasional sebagai Kota Layak Anak Dunia akreditasi dari United Nations Children's Fund (UNICEF).
Namun masih ada kasus kekerasan dan bullying anak di kota Pahlawan. Maka dari itu Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya priode 2024-2029, Ajeng Wira Wati mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya berperan aktiv melakukan sosialisasi anti kekerasan dan bullying serta mengajak wali murid iku berpartisipasi untuk meminimalisir bullying. Sebab perlindungan perempuan dan anak harus dipertebal.
"Dinas pendidikan mengajak wali peran serta wali murid untuk lebih berpartisipasi untuk meminalisir bullying itu, kemudian juga pemenuhan minat dan bakat prestasi mereka, supaya mereka tidak teralihkan kegiatan yang menyimpang dan lainnya," ungkap Ajeng, selasa (15/9).
Dan untuk menekan kekerasan dan bullying, Ajeng meminta memfungsikan dan mengoptimalkan satgas teman sebaya mulai SD hingga SMP, untuk mewujudkan generasi emas.
"Iya, kemarin itu banyak kasus anak ya mulai kekerasan bullying, juga kasus lainnya sampai ada yang bunuh diri, sebagai persiapan generasi emas ke depan untuk SD dan SMP juga memfungsikan satgas teman sebaya," kata Ajeng.
Selain itu, Ajeng meminta memperbanyak sebaran CCTV untuk melindungi perempuan khususnya siswa dari tindak kejahatan. "Memang perlindungan anak harus kuat, juga penggunaan media sosial nya harua dikontrol agar tidak mudah tergoda orang yang tidak dikenal," tutur Ajeng.
Maka dari itu, Ajeng menekankan ada edukasi tentang bijak bermedia sosial, penambahan CCTV juga optimalisasi pendampingan bimbingan konseling mulia SD hingga SMP agat tidak ada kasus bullying.
"Ini harus ada edukasi mengenai bijak medsos sosial, kemudian cctv dan juga optimalisasi itu satgas teman sebaya jika perlu memang ditambahlah untuk pendampingan bendungan konsulling baik di sd dan smp supaya tidak ada kasus bullying," pungkasnya. Alq
Editor : Moch Ilham