SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembekalan menteri di Akademi Militer, Magelang, diharapkan bisa membawa aura tradisi keberanian hingga heroisme bagi menteri kabinet. Karena, Magelang merupakan daerah sentra perlawanan di masa penjajahan.
Para menteri tampak bersama-sama menaiki pesawat dari pintu belakang pesawat Hercules. Pesawat itu lepas landas sekitar pukul 13.38 WIB, Kamis (24/10/2024).
Jajaran menteri Kabinet Merah Putih bertolak ke Magelang, Jawa Tengah, dengan menumpang pesawat C-130J Super Hercules A-1340 milik TNI Angkatan Udara. Pesawat berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Sebelum para menteri, wakil menteri sudah terlebih dulu lepas landas menggunakan pesawat Boeing A-7306 milik TNI AU.
Para menteri kabinet kompak mengenakan kemeja putih, celana hitam dan topi berwarna biru.
Jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih bertolak ke Akademi Militer, Magelang, untuk mengikuti pembekalan khusus.
Retreat di Akmil Magelang itu akan berlangsung selama tiga hari.
"Saudara-saudara, saya sangat mengutamakan kerja sama sebagai tim. Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan mengajak Saudara-saudara ke Magelang, di mana kita akan melaksanakan beberapa hari, menambah pembekalan," kata Prabowo dalam sidang kabinet perdana di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10), sehari sebelumnya.
Magelang Miliki Nilai Historis
Alasan Prabowo memilih Magelang adalah memiliki nilai historis sehingga dipilih menjadi lokasi pembekalan kepada menteri kabinet. Prabowo meyakini pembekalan terhadap menteri akan memberikan nilai manfaat.
"Kemudian kita akan ada koordinasi-koordinasi di tempat di Magelang, Jawa Tengah, di kawasan Akademi Militer. Hal itu saya nilai banyak akan banyak membawa manfaat. Karena sesungguhnya, lahirnya republik kita memang proklamasi di Jakarta, tetapi ujian proklamasi berada di daerah-daerah, di mana pejuang kita melaksanakan perebutan kemerdekaan secara fisik," ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan Magelang punya nilai historis perjuangan melawan penjajah. Sehingga, dapat memberikan kesan dan pesan yang baik untuk jajaran menteri kabinet.
"Daerah Magelang merupakan suatu sentra perlawanan kita terhadap penjajah mulai ratusan tahun, dikenal sebagai perjuangannya Pangeran Diponegoro, di antara 5 gunung, itu saya kira cukup membawa aura tradisi keberanian, tradisi cinta tanah air," imbuhnya. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham