SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena iklim La Nina bakal terjadi tahun ini di Indonesia.
Menurut keterangan BMKG dalam laman resminya, hampir bisa dipastikan fenomena La Nina akan terjadi tahun ini.
Prediksi stasiun Meteorologi Perak I, Surabaya, Jawa Timur: 37,5 derajat Celcius
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur:
dan Stasiun Meteorologi Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur: 35,8 derajat Celcius.
Menurut BMKG, saat fenomena La Nina berlangsung, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan sebanyak 20 hingga 40 persen pada periode Juni-Juli-Agustus dan September-Oktober-November.
Sedangkan, pada periode Desember-Januari-Februari dan Maret-April-Mei, sebagian wilayah barat Indonesia mengalami peningkatan curah hujan karena pengaruh angin monsun.
"Namun demikian, bukan diartikan tidak ada kemarau sama sekali, hanya saja terjadi peningkatan curah hujan dalam periode tersebut sehingga seringkali disebut sebagai kemarau basah," kata BMKG.
Selama fenomena La Nina, ada sejumlah bencana yang berpotensi terjadi. Secara umum bencana-bencana tersebut berkaitan erat dengan hidrometeorologi.
Dengan peningkatan curah hujan saat La Nina, kemungkinan bencana yang dapat terjadi adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, bahkan badai tropis. n ec/rmc
Editor : Moch Ilham