UNESA Kukuhkan 9 Profesor Baru, Siap Perkuat Riset dan Berkarya di Level Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Unesa mengukuhkan 9 profesor baru. Hal ini merupakan gelombang pertama di tahun 2024. Selanjutnya pada awal November sekitar 11 guru besar, dan sekitar 18 guru besar yang akan menyandang gelar Profesor tersebut.
Unesa mengukuhkan 9 profesor baru. Hal ini merupakan gelombang pertama di tahun 2024. Selanjutnya pada awal November sekitar 11 guru besar, dan sekitar 18 guru besar yang akan menyandang gelar Profesor tersebut.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali mencetak tonggak sejarah dengan mengukuhkan sembilan profesor atau guru besar baru dalam Rapat Terbuka Senat Akademik yang digelar di Gedung Pertunjukan Sawunggaling, Kampus 2 Lidah Wetan.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Unesa untuk memperkuat peran akademik dan mempercepat inovasi di berbagai bidang.

Rektor UNESA, Prof. Nurhasan mengungkapkan bahwa pengukuhan ini merupakan gelombang pertama dari rangkaian tahun 2024.

"Untuk gelombang berikutnya akan berlangsung awal November dengan tambahan 11 guru besar dan ada sekitar 18 profesor lainnya sudah dalam tahap persiapan untuk pengukuhan berikutnya," kata Prof. Hasan, kepada awak media, termasuk jatimNetwork.com usai menghadiri acara pengukuhannya tersebut, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Lanjut Prof Hasan, pengajuan guru besar memang menantang, dan tidak semua dosen bisa mencapainya, karena ada sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi. Meski demikian, UNESA berkomitmen untuk terus menambang jumlah profesor melalui program percepatan guru besar.

"Dosen yang masuk kualifikasi kami dorong untuk segera proses pengajuan guru besarnya. Kami fasilitasi dan beri pendampingan melalui tim percepatan yang terdiri dari guru besar senior," papar Prof Hasan.

Ia juga menyebut, dosen yang aktif mempublikasikan karya di jurnal bereputasi akan mendapat insentif khusus sebagai bentuk apresiasi.

"Kami juga beri insentif kepada para dosen yang menghasilkan publikasi di jurnal bereputasi," imbuh dari guru besar ilmu keolahragaan itu.

Lebih lanjut, Prof. Hasan menekankan bahwa peningkatan jumlah profesor di UNESA diharapkan bisa menjadi penggerak utama dalam menguatkan tridarma perguruan tinggi dan memperkaya ekosistem riset, publikasi, serta inovasi.

Perlu diketahui, gelombang pertama ini menghadirkan sembilan guru besar dengan spesialisasi unik dan beragam, yang masing-masing menyampaikan orasi ilmiah di hadapan audiens akademik.

Pertama yakni Prof. Endang Pudjiastuti Sartinah merupakan guru besar bidang bimbingan dan konseling anak berkebutuhan khusus.Dengan orasi ilmiah berjudul "Peran Strategis Bimbingan dan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus: Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Holistik".

Kedua, Prof. Abadi, guru besar bidang matematika terapan (sistem dinamik). Orasi ilmiahnya yaitu tentang "Sistem Dinamik dan Penerapannya dalam Bidang Mekanika, Penyebaran Penyakit Menular, dan Interaksi Populasi (Kajian Pemodelan dan Analisis Matematika serta Interpretasinya)".

Ketiga, Prof. Raden Roro Nanik Setyowati, guru besar bidang sosiologi pendidikan. Dengan orasi ilmiahnya yaitu tentang "Pendekatan Humanis dalam Mengantisipasi Kekerasan Suporter dalam Sepak Bola (Studi Kasus Suporter Bonek Surabaya)".

Keempat, Prof. Himawan Wismanadi, guru besar bidang analisis kondisi fisik bulu tangkis. Pada kesempatan itu menyampaikan orasi ilmiah tentang “Pengembangan Program Pelatihan Fisik Bayangan Rancang Gerak Bulu Tangkis dan Pengurangan Masa Istirahat untuk Peningkatan Power, Kecepatan Reaksi dan Recovery".

Kelima, Prof. Achmad Imam Agung, guru besar bidang pendidikan kewirausahaan teknik elektro, yang pada kesempatan itu menyampaikan orasi ilmiah tentang "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Berwirausaha di Indonesia: Persepsi Terhadap Pendidikan Kejuruan Siswa SMA".

Keenam, Prof. Setiyo Hartoto, guru besar bidang pembelajaran tenis lapangan, yang pada kesempatan itu menyampaikan orasi ilmiah tentang "Model Gaya Kepemimpinan terhadap Peningkatan Komitmen dan Keterampilan Bermain pada Atlet Tenis Mahasiswa".

Ketujuh, Prof. Bachtiar Syaiful Bachri, guru besar bidang pengembangan kurikulum, yang menyampaikan orasi ilmiah tentang "Tantangan Pengembangan Kurikulum Era Post-Modern".

Kedelapan, Prof. Lilik Anifah, guru besar bidang kecerdasan buatan pattern recognition atau intelligence pattern recognition, yang menyampaikan orasi ilmiah tentang "Pattern Recognition Intelligence sebagai Decision Support Systems: Kajian Empiris dan Implementasi".

Serta yang terakhir, kesembilan, Prof Dwi Cahyo Kartiko, guru besar bidang pembelajaran bola basket, yang menyampaikan orasi ilmiah tentang "Revitalisasi Pedagogi dan Eskalasi Kompetensi Bola Basket: Integrasi Functional Strength Training".

Masih dalam kesempatan yang sama, Prof Hasan menegaskan bahwa percepatan guru besar bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem akademik yang produktif dan inovatif.

Untuk itu, dengan tambahan gelombang kedua dan ketiga, UNESA berharap dapat terus berkontribusi dalam berbagai bidang, baik pendidikan, riset, hingga pengembangan teknologi.

"Semoga bertambahnya jumlah guru besar bisa menjadi semangat baru bagi kampus kami dan menjadikan UNESA 'Satu Langkah di Depan' dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat ilmu dan inovasi," pungkasnya.lni

Berita Terbaru

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Banyuwangi – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung p…