SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Bencana kekeringan hingga akhir Oktober 2024 yang terjadi di 27 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim), masih terus berlanjut. Bahkan, Kondisi masing-masing wilayah yang terdampak bervariasi, mulai puluhan hingga ratusan desa.
Namun, diketahui dari ke-27 kabupaten/kota, yang paling parah terdampak bencana kekeringan di Jawa Timur adalah Kabupaten Bojonegoro. Sehingga pihak BPBD terus menggelontorkan bantuan air bersih.
"Untuk wilayah paling parah pastinya di Kabupaten Bojonegoro karena kurang lebih ada 105 titik," jelas Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto, Kamis (31/10/2024).
Meski bencana kekeringan di Jawa Timur masih terus berlanjut, pihaknya mengklaim kondisinya masih terkendali dan dapat teratasi oleh bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak lain.
"Yang terjadi hingga hari ini kekeringan di Jawa Timur tidak separah tahun lalu. Jadi untuk kebutuhan yang di support pasti tidak sebanyak tahun lalu," jelasnya.
Untuk menanggulangi dampak krisis air, BPBD kabupaten/kota telah menggelontorkan bantuan air bersih ke masing-masing wilayah yang terdampak. Upaya tersebut akan dilakukan hingga kekeringan selesai.
"Untuk mendukung distribusi air bersih, kami juga memberikan berupa tandon, lalu ada tandon lipat juga jeriken dan menyiapkan bantuan berupa terpal," jelasnya.
Sementara itu, diketahui berdasarkan data ramalan cuaca BMKG, musim hujan akan mulai datang pada bulan November. Harapannya pasokan air akan melimpah dan bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Namun saat musim hujan tiba perlu kewaspadaan. Kami berharap dengan adanya pancaroba ini masyarakat langsung paham khususnya wilayah-wilayah yang berpotensi angin puting beliung, lalu tanah longsor juga banjir. Karena sewaktu-waktu hujan bisa datang bisa mengakibatkan beberapa kejadian bencana," imbuhnya. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu