Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Soroti Banyaknya Anak Putus Sekolah Karena Kekurangan Biaya

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya saat menjaring aspirasi masyarakat atau Reses.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya saat menjaring aspirasi masyarakat atau Reses.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pendidikan merupakan salah satu amanah yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar dan Kota Surabaya juga mempunyai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Surabaya yang mengamanatkan wajib belajar 12 tahun.

Namun masih banyak anak-anak Surabaya yang kondisinya tidak menguntungkan. Haknya mendapatkan pendidikan wajib belajar 12 tahun harus terpendam karena kondisi ekonomi keluarganya tidak cukup.

Seharusnya melalui Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Surabaya tersebut, Pemkot Surabaya memiliki kewajiban untuk memperhatikan pendidikan anak-anak.

Sedih, itulah yang dirasakan Hj. Lutfiyah saat mendengar ada anak di Kota Surabaya yang mengalami putus sekolah karena faktor kekurangan biaya.

Hal itu diungkapkan saat Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini turun ke masyarakat  menggelar Serap Aspirasi Masyarakat (Reses) DPRD Kota Surabaya di Teluk Nibung, Kec. Pabean Cantikan.

"Saat kemarin saya menggelar Reses disana(Teluk Nibung,Red) saya temukan masih banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya  dan sebagian anak yatim," ungkap Hj Lutfiyah kepada Surabaya Pagi, Kamis (31/10).

Maka dari itu Politisi perempuan Gerindra ini mendesak Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan anak putus sekolah ini. Selain itu Lutfiyah meminta para ketua RT untuk mendata anak-anak yang putus sekolah di sana untuk menginventarisir berapa jumlah anak putus sekolah. Dan dirinya sebagai wakil rakyat akan mengkoordinasikan temuan tersebut pada pemerintah kota agar mendapatkan solusi yang tepat.

"Saya minta pak RT mendata anak-anak yang putus sekolah akan saya komunikasikan kepada dinas terkait untuk mencari solusi agar tidak ada lagi anak Surabaya  yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya,"terang Lutfiyah.

Selain itu, Lutfiyah juga meminta kepada para orang tua agar tidak segan dan takut untuk menyampaikan kepada kepala sekolah tentang persoalan kesulitan biaya sekolah anaknya untuk dicarikan solusinya.

Menurut Lutfiah kekuatan anggaran APBD Surabaya 2025 ini sangat mampu untuk mengentas dan menyelesaikan permasalahan anak putus sekolah di kota Pahlawan ini. Seperti kita ketahui kekuatan APBD Surabaya 2025 ini mencapai Rp 12,3 triliun.

"Untuk pos anggaran pendidikan di Surabaya APBD Surabaya sudah 21%. Ini sudah lebih yang diamanatkan UUD 1945 yang total anggaran pendidikan 20 �ri anggaran APBN," jelasnya.

Lutfiyah optimis dengan besaran anggaran yang dimiliki Surabaya ini dapat menyelesaikan persoalan anak putus sekolah. "Saya berharap Pemkot dapat mengoptimalkan anggaran tersebut dan terus lebih masif melakukan sosialisasi serta melakukan pendataan hingga ke akar rumput agar tidak ada lagi anak Surabaya yang putus Sekolah demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menuju indonesia emas,"pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Menkeu Tegaskan untuk Bayar Utang

Menkeu Tegaskan untuk Bayar Utang

Kamis, 13 Agu 2026 08:12 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:12 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara terkait total utang pemerintah yang tercatat lebih dari Rp 10.000 triliun per…

Ronaldo, Nikahi Pegawai Toko Ritel Gucci di Madrid

Ronaldo, Nikahi Pegawai Toko Ritel Gucci di Madrid

Kamis, 13 Agu 2026 08:09 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesepakbola Christiano Ronaldo resmi menikahi kekasihnya Georgina Rodriguez setelah menjalin hubungan sejak 2016. Mereka mengumumkan…

Polda Jatim Temukan Arisan Online Fiktif Capai Rp 71 miliar

Polda Jatim Temukan Arisan Online Fiktif Capai Rp 71 miliar

Kamis, 13 Agu 2026 08:03 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktorat Siber Polda Jawa Timur membongkar kasus dugaan arisan online fiktif dengan perputaran uang mencapai Rp 71 miliar. Ada 140 orang…

PACAR RAKA JATIM TIO, MASIH NGUMPET

PACAR RAKA JATIM TIO, MASIH NGUMPET

Kamis, 13 Agu 2026 08:00 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Disbudpar Jatim bersama Dewan Juri Raka Raki Jatim dan Disporapar Kota Surabaya menggelar rapat pembahasan pelanggaran kode etik Raka Wakil…

Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

Ke Hong Kong, Kini Bebas Visa

Kamis, 13 Agu 2026 07:57 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan data terbaru Global Passport Index per Juli 2026, Warga Negara Indonesia (WNI) mengantongi akses bebas visa ke 89 negara di…

Wakaf Produktif Masjid Istiqlal dikelola Manajer Investasi

Wakaf Produktif Masjid Istiqlal dikelola Manajer Investasi

Kamis, 13 Agu 2026 07:54 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku masih membahas pengelolaan wakaf produktif Masjid Istiqlal. OJK mendorong pengelolaan dana umat di…