SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) terus menggenjot para pelaku seni agar memiliki legalitas Nomor Induk Kesenian, yang tercatat di sistem data milik pemerintah kota (pemkot) setempat.
Pasalnya, jika sudah memiliki Nomor Induk Kesenian secara legal dan tercatat di pendataan pemkot, maka juga akan memudahkan para pelaku seni untuk mendapatkan intervensi berupa peningkatan kompetensi hingga kesempatan tampil di berbagai acara bergengsi.
Peningkatan kapasitas yang dimaksudkan, yakni mulai dari tata kelola manajemen sanggar, peningkatan sumber daya manusia, hingga pelatihan pelaksanaan pertunjukan.
"Mengurus Nomor Induk Kesenian merupakan bentuk ketertiban administrasi. Ketika pelaku kesenian sudah punya nomor ini, maka kami berikan program peningkatan kompetensi atau pelatihan," ungkap Kepala Bidang Kebudayaan Disparta Kota Batu Sintiche Agustina Pamungkas, Selasa (05/11/2024).
"Tentu kami bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Batu," imbuhnya.
Lebih lanjut, hingga saat ini total sudah ada sekitar 300 pelaku kesenian yang sudah memilik Nomor Induk Kesenian. Namun, tak hanya disitu saja, pihaknya akan terus berupaya agar angka tersebut terus bertambah, sehingga ekosistem kesenian di Kota Batu semakin meningkat dan profesional.
"Kurang lebih sekitar 300an, itu dari beberapa kelompok seni, ada seni bantengan, tari, mocopat, jaran kepang, reog, dan lain-lain," ucapnya.
Sementara itu, ke depan, pihaknya akan mensosialisasikan hal ini lebih masif lagi agar ekosistem kesenian di Kota Batu meningkat dan lebih profesional. Ia juga memastikan dalam pengurusan NIK ini tidak dipungut biaya alias gratis.
“Misalkan ada sanggar atau kelompok yang mau ngurus, kami hanya minta surat keterangan dari kelurahan, surat domisili, sama KTP pengurus struktur organisasinya. Dalam seminggu pasca pengurusan, NIK nya sudah terbit,” tegasnya. bt-01/dsy
Editor : Desy Ayu