SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Pamekasan Jawa Timur tengah gencar-gencarnya melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM), untuk menekan penularan penyakit tuberkulosis (TB), sebagai bentuk respon atas banyaknya warga yang ditemukan positif hal itu.
"Saat ini TCM telah diterapkan di lima fasilitas kesehatan utama di Pamekasan, yakni di RSUD Mohammad Noer, RSUD Slamet Martodirdjo, Puskesmas Tlanakan, Larangan, dan Puskesmas Pasean," ungkap Wakil Supervisor TB Dinkes Pamekasan Dwi Kurnia Putri, Minggu (24/11/2024).
“Melalui langkah-langkah ini, kami berharap dapat meningkatkan deteksi dini dan pengobatan TBC, serta mengurangi angka penularan di masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, rata-rata warga yang terpapar TB adalah mereka yang memiliki kontak erat dengan penderita. Jika penderita masuk kategori sensitif obat (SO), maka pengobatannya memerlukan waktu sekitar enam bulan. Sedangkan bagi penderita yang masuk kategori resisten obat (RO), maka pengobatannya membutuhkan waktu antara sembilan hingga 12 bulan.
"Selain itu, juga penting bagi penderita untuk menjalani pengobatan secara rutin. Jika tidak, mereka berisiko tidak sembuh atau bahkan meninggal, terutama jika memiliki komorbid atau penyakit bawaan," katanya.
Diketahui, berdasarkan data institusi ini, jumlah kasus TB di Pamekasan hingga 15 November 2024 tercatat sebanyak 1.376 positif menderita penyakit TB, dari total 13.006 orang yang diduga terjangkit penyakit tersebut. Sementara itu, dibanding 2023, jumlah penderita TB di Kabupaten Pamekasan lebih banyak.
Selain menggunakan Tes Cepat Molekuler, pencegahan penularan TB di Pamekasan juga melalui upaya kolaboratif dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku hidup sehat.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan juga akan terus berkomitmen untuk mengatasi masalah TBC melalui upaya kolaboratif dan inovatif, demi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. pm-01/dsy
Editor : Desy Ayu