Temukan 11 Kasus Leptospirosis, Dinkes Tulungagung Catat Satu Penderita Meninggal Dunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan. SP/ TLG
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti penyebaran kasus leptospirosis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat 11 warga positif leptospirosis sepanjang Januari hingga Mei 2026, dengan satu penderita dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi bakteri leptospira.

Berdasarkan data tersebut, diketahui dari total terdapat 13 kasus suspek leptospirosis yang ditemukan selama periode tersebut, dua orang dinyatakan negatif, sedangkan 11 lainnya positif leptospirosis. Sedangkan satu pasien dilaporkan meninggal dunia, sementara pasien lain berangsur pulih setelah menjalani perawatan intensif.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan mengungkap jika, tingkat fatalitas leptospirosis pada 2026 cenderung menurun dibanding dua tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah kasus leptospirosis di Tulungagung disebut relatif stabil setiap tahun sehingga kewaspadaan masyarakat tetap perlu ditingkatkan.

Aris menjelaskan bakteri leptospira umumnya menyebar melalui air atau lingkungan yang tercemar urine tikus terinfeksi, dengan gejala awal penyakit itu antara lain demam, pusing, nyeri otot, hingga gangguan fungsi hati yang ditandai kondisi menyerupai sakit kuning.

“Banyak penderita terlambat menyadari karena gejalanya mirip penyakit umum, sehingga penanganan medis sering terlambat,” ujarnya, Minggu (17/05/2026).

Kelompok yang paling rentan terpapar, lanjut dia, adalah masyarakat yang bekerja di area persawahan atau lingkungan dengan risiko tinggi tercemar kotoran tikus. Karena itu, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di sawah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah kontak dengan lingkungan berisiko. tl-01/dsy

Berita Terbaru

WN China Keruk Rp 559,8 miliar dari Judol Pornografi

WN China Keruk Rp 559,8 miliar dari Judol Pornografi

Minggu, 28 Jun 2026 21:57 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polisi masih memburu tersangka YB, warga negara (WN) China sebagai pengendali judi online (judol) dengan modus live pornografi…

Tubuh YTR, Ditato "Love Taufik"

Tubuh YTR, Ditato "Love Taufik"

Minggu, 28 Jun 2026 21:54 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polda Jawa Barat membenarkan adanya tato di tubuh YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik…

Bloomberg: Indonesia Buka Pintu Bagi “Uang Kotor"

Bloomberg: Indonesia Buka Pintu Bagi “Uang Kotor"

Minggu, 28 Jun 2026 21:51 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada artikel Bloomberg, 25 Juni 2026, berjudul “Indonesia Opens Door to Dirty Money to Fund Prabowo's Plans” . Bloomberg, menulis I…

Seorang Wanita Lahap Habiskan Tart 25 Menit

Seorang Wanita Lahap Habiskan Tart 25 Menit

Minggu, 28 Jun 2026 21:49 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam waktu 25 menit, seorang wanita melahap habis tart berdiameter 28 cm dengan kandungan 14.000 kalori! Memecahkan rekor dunia…

PSI Siap Lawan PDIP di Tahun 2029

PSI Siap Lawan PDIP di Tahun 2029

Minggu, 28 Jun 2026 21:46 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PSI, Bestari Barus menyebut PSI percaya bisa unjuk gigi dalam kontestasi politik tahun 2029 mendatang. Dia menyebut PSI…

Saat Libur Sekolah, Tiket Pesawat Tanpa Potongan

Saat Libur Sekolah, Tiket Pesawat Tanpa Potongan

Minggu, 28 Jun 2026 21:43 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 21:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada periode libur sekolah 2026, Kemenhub menyiapkan diskon tiket kereta api ekonomi sebesar 30% untuk 1.174.624 penumpang.…