SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menegaskan komitmennya untuk mengendalikan inflasi, menjelang Pilkada Serentak 2024 serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang, Wignyo Handoko, mengungkap, koordinasi intensif menekan inflasi daerah tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) yang melibatkan Kepala OPD, camat, hingga direktur BUMD.
“HLM ini menjadi momen untuk mengevaluasi kondisi inflasi 2024, sekaligus menyusun strategi pengendalian harga bahan pokok dan kebijakan yang relevan,” ujar Wignyo, Minggu (24/11/2024).
Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Kab Jombang, Aminatur Rokhiyah, menjelaskan bahwa TPID rutin mengadakan HLM dua kali setiap tahun. Menurutnya, HLM menjelang Pilkada dan Nataru ini bertujuan mencegah lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat maupun petani.
“Inflasi Jombang minggu ini tercatat di angka -1,6 persen, yang merupakan hasil positif dari evaluasi mingguan kami bersama Kementerian terkait. Kami terus berupaya menjaga kestabilan harga tanpa mengorbankan kepentingan petani,” katanya.
Lebih lanjut, pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek mencakup pemantauan harian produksi pangan, sementara jangka menengah melibatkan peran BUMD dalam menjaga stok. Untuk jangka panjang, kebijakan makro diarahkan pada pengelolaan produksi pangan agar bermanfaat langsung bagi masyarakat Jombang.
“Kita harus memastikan hasil pertanian seperti padi tidak habis keluar daerah. Ada sistem yang harus menjaga agar harga tetap stabil sesuai kebutuhan lokal, sekaligus menunjukkan keberpihakan kita kepada petani,” ungkap Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan lokal, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi menjelang Pilkada dan Nataru. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu