Jelang Masa Nataru, KAI Daop 7 Madiun Siapkan 10 Lokomotif dan 76 Gerbong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Suasana stasiun di Daop 7 Madiun. SP/ MDN
Ilustrasi. Suasana stasiun di Daop 7 Madiun. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Jawa Timur menyiagakan 10 unit lokomotif dan 76 gerbong atau kereta.

Vice President Daop 7 Madiun Suharjono mengungkap, persiapan tersebut memang sudah menjadi komitmen PT KAI untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat selama periode liburan.

Lebih lanjut, dari 76 gerbong atau kereta yang disediakan tersebut, rinciannya meliputi 26 kereta eksekutif, 41 kereta ekonomi, 3 kereta makan dengan pembangkit kelas 1, 1 kereta makan dengan pembangkit kelas bisnis, dan 5 kereta makan dengan pembangkit kelas ekonomi.

"Kami memastikan semua sarana dalam kondisi prima melalui pemeriksaan rutin dan pemeliharaan menyeluruh. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran operasional selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru yang direncanakan berlangsung pada 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025," ujar Suharjono, Rabu (27/11/2024).

Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pelanggan, PT KAI Daop 7 juga telah melengkapi kereta dengan fasilitas pendukung, seperti AC, toilet bersih, musala, "power charging", restorasi, entertainment tv dan layanan kebersihan selama perjalanan. Selain itu juga peningkatan sistem keamanan dengan CCTV juga menjadi prioritas utama.

Selain pemeriksaan sarana, PT KAI Daop 7 juga telah mempersiapkan cadangan kereta dan lokomotif untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan. "Kami juga menyiapkan rencana operasional untuk menghadapi kemungkinan kendala teknis, termasuk mobilisasi kereta cadangan apabila diperlukan," tambahnya.

"Kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang nyaman dan aman, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode liburan ini," pungkasnya. md-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…