Puluhan Aktivis PMII Turun Aksi, Pertanyakan Pungutan dan Penahanan Ijazah Marak Terjadi di Lamongan

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam PMII saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Lamongan. SP/MUHAJIRIN 
Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam PMII saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Lamongan. SP/MUHAJIRIN 

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unisla, Selasa (10/12/2024) menggelar aksi demo di kantor Pemkab dan DPRD Lamongan, atas tindakan intimidasi pihak sekolah yang menahan ijazah siswa dan juga kerap melakukan pungutan liar.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan Pendidikan Lamongan Tidak Baik-baik Saja" aktivis mahasiswa ini long march dari kantor Komisariat di Jalan Mendalan menuju Kantor Pemkab dan DPRD Lamongan.

Di sepanjang perjalanan satu persatu secara bergantian, para aktivis ini berorasi dengan menggunakan mega phone, mengabarkan masyarakat khususnya yang dilalui aksi, kalau pendidikan di Kabupaten Lamongan sedang tidak baik-baik saja. 

"Pendidikan di semua tingkatan di Kabupaten Lamongan sedang tidak baik-baik saja, banyak kasus mulai penahanan ijazah, intimidasi dan pungutan liar menjadi hal yang dianggap biasa dalam dunia pendidikan, ini menyedihkan," kata Rizqi Adi Saputra ketua Komisariat PMII Unisla.

Disebutkan olehnya, pihaknya selalu mendapatkan kelurahan laporan dari wali murid yang hampir setiap saat yang demikian itu dirasakan. Padahal Pendidikan adalah hak setiap warganegara yang sudah seharusnya diberikan secara adil, merata, dan tanpa diskriminasi. 

"Pendidikan adalah alat untuk memperkuat identitas bangsa, membangun karakter bangsa yang unggul, serta mendukung kemajuan ekonomi dan sosial guna mensejahterakan seluruh kehidupan masyarakat Indonesia khususnya warga Lamongan," teriaknya.

Persoalan intimidasi terhadap peserta didik, penahanan ijazah, dan pungutan liar di berbagai jenjang pendidikan yang ada itu bentuk menciderai pendidikan, dan hal yang demikian itu harus di tiadakan agar masyarakat bisa mengakses pendidikan.

Kalau tidak segera ditiadakan, nama itu sama artinya  merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang ada di Kabupaten Lamongan, tetapi juga menciderai prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan yang semestinya harus dijunjung tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Lamongan, agar tercipta pendidikan yang mengedepankan pemenuhan hak asasi manusia, aman, dan nyaman guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan.

"Maka dari itu bentuk-bentuk tindakan intimidasi terhadap peserta didik yang ada di lembaga pendidikan merupakan tindakan yang dilarang keras karena bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar pendidikan yang menjunjung tinggi hak. asasi manusia, keamanan, dan kenyamanan peserta didik," ungkapnya.

Apalagi sudah jelas dalam regulasi, seperti yang termaktub pada prinsip penyelenggaran pendidikan pada Bab 3 pasal 4 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan pada Bab 2 pasal 2 Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015fentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan. 

Sama halnya dengan tindakan penahan ijazah yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan, tindakan penahanan ijazah ini Adalah salah satu bentuk pelanggaran atas adanya Peraturan kepala BSKAP Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 004/H/EP/2023 pasal 13 yang mengatur terkait larangan penahanan ijazah di lembaga pendidikan atas dasar apapun. jir

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…