Masuki Usia Tua, Toyota Daftarkan Merek Dagang ‘Hilux Travo’ Generasi Terbaru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Toyota Hilux. SP/ JKT
Toyota Hilux. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Memasuki usia sepuluh tahun sekaligus usianya yang telah tua, Toyota kabar menunjukkan pikap tangguh andalannya yakni “Hilux Travo”  ke merek dagang Departemen Kekayaan Intelektual Thailand yang diajukan pada 23 Desember 2024 kemarin.

Dalam beberapa dekade terakhir, Hilux telah dikenal luas karena daya tahan dan kemampuan off-road-nya. Namun, melihat usianya yang kian tua, Hilux generasi saat ini mulai melakukan pembaruan, Kamis (02/01/2025).

Meskipun Toyota belum mengkonfirmasi detail peluncuran model baru ini, banyak tanda yang menunjukkan Hilux generasi terbaru kemungkinan besar akan diperkenalkan pada tahun 2025..

Sementara itu, diketahui terkait penamaan “Travo” sendiri akan menjadi akhiran dari generasi kesembilan untuk pasar Thailand, mengikuti Hilux Revo pada generasi kedelapan dan Hilux Vigo di generasi ketujuh. Namun di beberapa pasar luar, pikap tersebut hanya dipasarkan dengan nama “Hilux” saja.

Sedangkan pada rumor sebelumnya, Hilux terbaru dikabarkan akan hadir dengan mesin lebih bertenaga dibandingkan sebelumnya dan mengusung 4-silinder 2,0 liter turbocharged terbaru bertenaga 224 kW.

Mesin yang akan dipasang di mobil Hilux berasal dari keluarga 4-silinder terbaru yang dipamerkan pada Mei lalu saat acara komitmen Toyota dalam mengembangkan mesin bebas karbon bersama Mazda dan Subaru.

Dilaporkan mesin tersebut dapat memberikan akselerasi ringan saat pertama kali menginjak gas dan tidak mengalami turbo lag, sehingga mobil berjalan mulus dan menyenangkan untuk dikendarai.

Di segmen pasar pikap, Hilux akan berhadapan dengan sejumlah rival kuat, termasuk Ford Ranger yang akan mendapatkan pembaruan besar pada 2025, serta pesaing-pesaing lain seperti Mitsubishi L200/Triton, Isuzu D-Max, dan VW Amarok. Dengan banyaknya pilihan baru, Toyota perlu memastikan bahwa Hilux generasi berikutnya mampu bertahan di puncak persaingan. jk-01/dsy

Berita Terbaru

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya  -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, S…

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat a…

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…