DPR RI Kritik Kementerian PPPA

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang diwarnai debat, hingga Jumat (30/1) masih jadi pembicaraan beberapa Komisi VIII DPR RI.

Saat itu Wakil Menteri PPPA Veronica meminta waktu untuk menjelaskan bagian soal pemberdayaan perempuan. Pasha kemudian menyinggung lansia perempuan yang produktif di negara lain.

"Pimpinan kalau di luar negeri Pak, janda-janda pun produktif, lansia itu juga produktif, KemenPPPA tidak bicara itu dari tadi. Supaya kita ini rapat ini arahnya jelas, kita ini masih banyak loh di Jakarta khususnya Pak, banyak ini kita punya lansia-lansia tidak diproduktifkan Pak," ujar Pasha.

"KemenPPPA juga jarang sentuh kok itu. Saya kan ajak Bu Wamen waktu itu, 'Bu Wamen kapan kita turun sama-sama? Kita lihat kacamata Bu Wamen yang mana, kacamata saya yang mana'. Dari tadi soal hukum terus, itu sudah ada tugasnya," tambahnya.

Veronica kemudian menjawab sorotan legislator PAN tersebut. Ia berharap diberi kesempatan lantaran baru mengemban tugas sebagai Wamen PPPA.

"Terima kasih Pak, nanti tahun ini kita jalan bareng he-he-he..., kasih kita kesempatan Pak, kan kita juga baru Pak. Ibu Menteri dan Ibu Wamen ini masih baru Pak. Jadi kita masih perlu loading, kita masih perlu belajar bareng, tapi kami mengapresiasi banget karena kami di-support sama Komisi VIII," imbuhnya.

Pada momen itu, Pasha masih belum puas dengan penjelasan Wamen PPPA. Menurutnya yang disampaikan masih seputar kekerasan terhadap perempuan.

"Tahan dulu, tahan dulu. Ini tidak ada unsur, mohon maaf, tidak ada urusan batin tidak ada. Ini menjadi pertanyaan dari tadi yang kita dengar ini Pak Pimpinan soal kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga. Loh gimana ini jauh dari pemberdayaan, ini jadi kayak badan gitu," ungkap Pasha

Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diwarnai debat sengit. Debat panas dipicu salah satu anggota Komisi VIII yang mempertanyakan program khusus dari Kementerian PPPA.

Rapat itu terselenggara di Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Awalnya, Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo atau dikenal Pasha merasa bingung dengan program-program yang dibuat Kementerian PPPA.

 

Kekerasan hingga Penculikan Perempuan

"Saya pribadi bingung karena hampir sama sekali kita nggak tahu sebenarnya yang dibikin Kementerian PPPA ini apa," ujar Pasha.

"Kok kita ke daerah selama ini turun itu yang beririsan dengan Kementerian PPPA, yang prinsip ya, bukan sekedar sosialisasi. Kita belum pernah diajak Bu Menteri ini dari program Kementerian PPPA, khsusnya pemberdayaan yang betul-betul sudah berjalan, tidak perlu lagi dilakukan pendampingan ini yang mana?" sambungnya.

Pasha kemudian menilai persoalan Kementerian PPPA lebih banyak terkait kekerasan hingga penculikan tentang perempuan. Pasha mengatakan tidak ada poin yang bicara soal pemberdayaan perempuan.

"Dari sekian halaman yang saya baca itu, semuanya persoalan tentang perempuan, kekerasan, penculikan, jadi ini sebetulnya Kementerian atau Polres? Tidak ada satu poin yang saya lihat ini betul-betul memberdayakan," kata Pasha.

Pasha membacakan lagi program-program dari Kementerian PPPA di antaranya mendukung program Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka seperti MBG, Sekolah Rakyat hingga Koperasi Merah Putih. Pasha kembali heran lantaran tidak ada yang menyinggung terkait perempuan.

"Di mana guru-guru madrasah? Ini guru-guru banyak perempuan. guru ngaji kok nggak ada? Ini juga perempuan. Guru honorer yang skarang sedang perjuangkan mereka punya hidup ini, juga banyak eprempuan. Tapi tak ada disinggung di sini," ucapnya.

 

Awal Mula Debat Sengit

Pada sesi jawaban Kementerian PPPA, Wamen PPPA Veronica Tan semula menjelaskan soal layanan pengaduan SAPA 129 hingga dibutuhkannya sinergi terkait kasus yang melibatkan perempuan dan anak.

"KemenPPPA memang kalau dibilang kita ini ngurusin setengah perempuan seluruh Indonesia yang artinya itu 50 persen adalah perempuan dan sepertiganya adalah anak dan itu kalau dihitung dua pertiga dan dengan budget yang begitu kecil memang sangat susah kalau kita tidak melakukan kolaborasi," ujar Veronica dalam rapat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Pasha kemudian menyela pernyataan Veronica. Dia menyebut KemenPPPA hanya mengurusi soal hukum, bukan pemberdayaan perempuan. Pasha pun mempertanyakan apa beda kementerian ini dengan peran Komnas Perempuan.

"Izin Pimpinan, mohon maaf sekali, Pimpinan. Ini dari penjelasan Ibu Wamen kok saya melihat ini seperti keluar dari koridor, itu gimana ya menjelaskannya, saya nggak ngerti, apa kita ini paham apa nggak sebenarnya rapat ini. Yang dijelaskan oleh Ibu Wamen tadi sama juga dilakukan oleh Komnas Perempuan. Coba kita pahami sama-sama dulu deh, definisi pemberdayaan perempuan apa sebenarnya? Pemberdayaan perempuan apa sebenarnya Bu Menteri? Mohon maaf dengan segala hormat, saya orang baru juga tapi bahasa Indonesia kita masih paham gitu loh," kata Pasha.

Pasha menilai yang dibicarakan oleh Veronica berputar pada perlindungan hukum, advokat, hingga hak asasi manusia. Ia menyinggung semestinya peran kementerian ini memberdayakan seluruh perempuan di Indonesia, termasuk dari kalangan lansia hingga para perempuan yang tak lagi bersuami.

"Mohon maaf, mohon maaf," jawab Veronica. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Kejari Gresik Banding Vonis Ringan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Ada Perbedaan Dasar Pasal dalam Putusan Hakim

Kejari Gresik Banding Vonis Ringan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Ada Perbedaan Dasar Pasal dalam Putusan Hakim

Rabu, 05 Agu 2026 16:13 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 16:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik resmi mengajukan upaya hukum banding atas putusan ringan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan T…

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Seluas puluhan hektare tanaman jagung yang siap panen hancur digerogoti kawanan pengerat hama tikus liar yang meneror lahan pertanian…

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian dari upaya perluasan area pemakaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan bangunan liar (bangli) di…

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Pahlawan sudah mulai berjalan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis Sekolah Rakyat…

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap III di Magetan yang didanai APBN, saat ini terkait kesiapan lahan sekolah…

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyusun strategi menghadapi pemberlakuan ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30…