Musim Hujan, Harga Cabai Rawit di Situbondo Naik Tembus Rp 80.000 per Kilogram

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pedagang cabai rawit di Pasar Tradisional Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB
Ilustrasi. Pedagang cabai rawit di Pasar Tradisional Situbondo, Jawa Timur. SP/ STB

i

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Di tengah musim hujan dengan intensitas tinggi, membuat sejumlah hasil panen cabai rawit di Situbondo, Jawa Timur banyak yang gagal. Alhasil, harganya pun kini melambung signifikan yang awalnya kisaran Rp 50.000 per kilogram, kini melonjak tembus Rp 80.000 per kilogram.

Hasil panen yang gagal di musim hujan ini, seperti banyak tanaman cabai rawit yang mati, dan pasokan cabai rawit berkurang membuat kenaikan harga cabai rawit merah di pasaran ikut melambung.

"Pada akhir Desember 2024 harga cabai rawit merah di tingkat petani masih sekitar Rp 50.000 per kilogram, namun sejak dua hari terakhir harganya sudah tembus Rp 80.000 per kilogram," kata salah seorang petani cabai Desa/ Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo Herman Fauzi, Senin (06/01/2025).

"Harga cabai rawit kalau kami perkirakan akan terus mengalami kenaikan karena banyak tanaman petani yang rusak dan mengalami busuk buah, ini kan juga musim hujan," imbuhnya.

Berbeda lagi harga cabai rawit di pasar seperti yang diungkapkan Kiki Nurani, menurutnya harga cabai rawit merah saat ini sudah tembus Rp 110.000 per kilogram dari sebelumnya harga cabai kecil tersebut di angka Rp 65.000 per kilogram.

"Cabai rawit merah harganya terus naik sejak seminggu yang lalu, mulai dari Rp 65.000 per kilogram hingga Rp 110.000 per kilogram," kata Kiki.

Ia mengaku, omzetnya menurun saat harga cabai mahal, karena pembeli banyak mengurangi jumlah pembelian cabai. Semisal membeli 1 kilogram, karena harganya mahal hanya membeli seperempat kilogram. "Omzet saya menurun kalau harga bahan pokok, salah satunya cabai melonjak. Biasanya kalau harga normal, omzet penjualan cabai lumayan tinggi," ungkapnya. st-01/dsy

Berita Terbaru

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Transisi hijau di Asia Tenggara dapat semakin berkembang ketika pilihan yang lebih ramah lingkungan juga menjadi lebih nyaman, mudah di…

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat udara atau avtur sebanyak 295.263 barel…

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan terhadap ekosistem…

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 11…

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Tingkatkan Kewaspadaan Modus Penipuan di Era Keuangan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Yunianto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan…

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Mediasi Buntu, Dugaan Penganiayaan Kepala MI Dilaporkan ke Subdenpom Lamongan

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Dugaan penganiayaan terhadap Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), KH M. Munir Thowil, dilaporkan ke Subdenpom V/2-3 Lamongan. Laporan i…