SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebanyak 6.159 siswa dari 10 sekolah di Kota Surabaya, Jawa Timur sudah merasakan manfaat dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Senin (13/1) kemarim Surabaya telah melaksanakan program perdana program presiden Prabowo Subianto tersebut.
Program MBG tahap pertama di Surabaya dilaksanakan di 10 lembaga pendidikan di dua wilayah kecamatan, yaitu Wonocolo dan Rungkut Surabaya. Kesepuluh sekolah tersebut meliputi KB-TM Yasporbi, SD Taquma, SMP Negeri 13, SMA Negeri 10, dan SMK PGRI 1 di Kecamatan Wonocolo. Sementara di Kecamatan Rungkut, program ini menyasar TK Tunas Pertiwi, SDN Penjaringansari 1, SDN Penjaringansari 2, MTs 3, dan MAN Surabaya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Lutfiyah yang ikut memantau kegiatan tersebut sangat mengapresiasi program tersebut. Ia menyatakan program tersebut sangat bermanfaat dan harus terus disempurnakan agar kualitasnya semakin baik dari waktu ke waktu.
“Kami mendukung program ini. Program ini sangat bermanfaat. Kami melihat Anak-anak makan sampai habis tanpa tersisa satu pun. Terima kasih bapak Presiden," ungkap Hj. Lutfiyah, Selasa (14/1).
Luthfiyah menjelaskan, anggaran program tersebut masih dikelola oleh pemerintah pusat melalui APBN dan dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, apabila petunjuk teknis (Juknis) terkait anggaran telah diterbitkan, Pemerintah Kota Surabaya siap mengalokasikan dana sebesar 1 triliun rupiah untuk mendukung pelaksanaan program ini.
“Kalau saat ini anggarannya berasal dari pusat, tugas kita adalah mengawasi dan memastikan makanan anak-anak tetap aman dan terjaga kualitasnya. Namun, apabila nanti anggarannya berasal dari pemerintah kota, maka kota ini akan memiliki kendali penuh untuk merancang program sesuai dengan kebutuhannya tanpa intervensi dari pihak lain,” tutupnya.
Namun, Lutfiyah juga mengatakan dalam tahapan pertama ini tentu masih ada hal yang perlu disempurnakan, seperti tempat makan yang juga sedang dipesan agar lebih baik.
Luthfiyah menekankan program MBG harus diawasi dan pengelolaannya dilakukan secara ketat.
Hal itu untuk memastikan makanan tidak tercampur dengan barang bawaan lainnya. Mulai dari proses distribusi hingga konsumsi, untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disediakan.
“Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya makanan ini tercampur dengan bawaan dari luar,” tambahnya. Alq
Editor : Moch Ilham