Peternak Sapi Situbondo Pakai Ramuan Herbal 'Polo Pendem' Obati PMK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Peternak sapi di Situbondo, Jawa Timur diberikan ramuan herbal. SP/ STB
Ilustrasi. Peternak sapi di Situbondo, Jawa Timur diberikan ramuan herbal. SP/ STB

i

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di lingkup wilayah Situbondo, Jawa Timur, banyak peternak yang akhirnya menggunakan cara tradisional dengan ramuan herbal seperti ‘ polo pendem’, sebagai tindakan preventif.

Bahan herbal yang kerap disebut 'polo pendem' itu diantaranya seperti jahe, kunyit, temulawak, temuireng, lengkuas, serta lainnya, yang dilakukan sebagian oleh warga di Desa/Kecamatan Arjasa, Situbondo dan dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh sapi agar lebih kuat melawan penyakit yang meresahkan peternak sapi akhir-akhir ini, yakni PMK.

"Bahan herbal itu memiliki khasiat anti inflamasi dan anti bakteri. Sehingga, dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pada sapi yang terjangkit PMK," kata seorang peracik jamu, Dwi Arik Budiono, Minggu (19/01/2025).

Lebih lanjut, jamu tradisional tersebut tidak hanya membantu mengurangi gejala penyakit PMK, namun juga meningkatkan daya tahan tubuh sapi. Selain itu, jamu tersebut lantas dibagikan secara gratis kepada warga sekitar yang memiliki sapi. Syaratnya hanya membaca Selawat Nariyah.

"Inisiatif pembuatan jamu ini digagas KH. Muhammad Alma'i Sofyan. Tujuannya, untuk membantu warga yang sedang dilanda wabah PMK. Dan insyaallah sapi yang semula sakit bisa kembali sehat," cetusnya.

Sebelumnya diketahui, sebanyak puluhan ekor sapi di wilayah Situbondo mati setelah terjangkit wabah PMK. Sementara ratusan ekor lainnya sakit hingga perlu penanganan veteriner. st-01/dsy

Berita Terbaru

Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami

Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami

Selasa, 03 Feb 2026 16:35 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kehebohan awal Februari tepatnya hari Selasa pagi (3 Februari 2026) di desa Boro Kec Selopuro Kabupaten Blitar, sempat kejutan warga…

 Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

 Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengemudi becak Lamongan akhirnya ikut kebagian pemberian becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang…

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan kerja sama dengan PT Kereta Api Pariwisata (KAI…

Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Selasa, 03 Feb 2026 16:17 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:17 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan penyaluran Corporate Social R…

Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

Selasa, 03 Feb 2026 16:14 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sudah sebulan lebih ini pasca audensi dengan  komisi C DPRD,  PT Zam-Zam teryata masih mokong, enggan untuk mengurus izin P…

Lahan Reklamasi di Samping SHGB Mie Sedap Belum Kantongi PKKPRL, Maspion Akui Masih Milik Negara

Lahan Reklamasi di Samping SHGB Mie Sedap Belum Kantongi PKKPRL, Maspion Akui Masih Milik Negara

Selasa, 03 Feb 2026 16:12 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Polemik dugaan pencaplokan wilayah laut melalui penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 01914 di kawasan Pabrik Mie S…