SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Luas tanam padi di Kabupaten Ngawi selama tahun 2024 mencapai 100 persen dari yang ditargetkan pemerintah pusat atau setara 778 ribu ton gabah kering giling (GKG).
"Selama tahun 2024, Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional mendapat target luas tanam padi dari pemerintah pusat seluas 144.896 hektare dan berhasil mencapainya," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Hasan Zunairi, Selasa (21/01/2025).
Meningkatnya jumlah produksi tanam padi tersebut didukung sejumlah faktor, di antaranya dengan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) yang diwujudkan dengan melakukan inovasi Electricity for Farming, mandiri benih In-situ di Ngawi agar benih mudah didapat, serta hilirisasi pertanian yang menampung hasil panen padi Kabupaten Ngawi.
Selain itu, juga didukung oleh tambahan lahan-lahan yang berubah dari lahan kering menjadi sawah, serta lahan hutan yang merupakan pembukaan baru dari tebangan menjadi lahan jagung ataupun padi.
Disatu sisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi juga mendapat target yang sangat tinggi dari pemerintah pusat untuk luas lahan pertanian padi, yakni mencapai 180 ribu hektare. Target tersebut cukup fantastis karena jika didasarkan dari luas baku lahan pertanian Ngawi hanya mencapai 50.000 hektare.
"Jika terdapat tiga kali masa tanam, luas lahan pertanian hanya mencapai 150 ribu hektare. Selain itu, juga harus ada lahan untuk komoditas lain, seperti tembakau, palawija dan hortikultura," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi target luas tanam padi tersebut guna mendukung ketersediaan beras dan ketahanan pangan nasional. ng-01/dsy
Editor : Desy Ayu