SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur mulai memprioritaskan vaksinasi ke ‘zona hijau’ yakni wilayah yang belum terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dalam arti ternak tersebut masih tergolong sehat, karena ternak sakit tidak bisa divaksin.
Terkait zona hijau mana yang akan diprioritaskan oleh Pemkab Ponorogo diantaranya sejumlah kecamatan di Sooko, Ngebel, Balong, Sukorejo, Pulung, dan Slahung.
Sementara untuk bantuan vaksinasi PMK tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. Meski jumlah vaksin terbatas, pihaknya optimistis vaksinasi ini dapat membantu menekan penyebaran PMK.
"Kami fokuskan pada ternak sehat di zona hijau. Pertimbangannya, ternak yang sakit tidak memungkinkan untuk divaksin," ujar Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo, Supriyanto, Rabu (22/01/2025).
Selain alokasi dari pemerintah pusat sebanyak 3.500 dosis vaksin PMK, Pemkab Ponorogo juga telah menggunakan dana APBD untuk mengadakan vaksin bagi 500 ternak. Vaksin tersebut telah disuntikkan pada sapi dan kambing di akhir Desember lalu.
"Sejak Desember kami rutin melakukan vaksinasi untuk ternak yang masih sehat," jelasnya.
Lebih lanjut, Supriyanto menambahkan, selain vaksinasi, Pemkab Ponorogo juga menutup Pasar Hewan Jetis sebagai langkah pencegahan tambahan. Langkah ini disertai dengan pengawasan ketat oleh petugas di puskeswan untuk memastikan upaya pencegahan berjalan optimal.
"Kami terus berupaya agar penyebaran PMK tidak meluas, termasuk dengan penutupan pasar hewan di Jetis," pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data sejak Desember 2024 hingga Januari 2025, ada 500 kasus hewan ternak di kabupaten Ponorogo yang terjangkit virus PMK. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu