Koordinator ADAKSI: Dosen Harus Ngamen untuk Hidup Layak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Besaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Peraturan Gaji PNS. Ini juga mencakup gaji dosen PNS.

Mengutip dari Antara, Senin (3/1), dosen PNS masuk dalam golongan III (untuk lulusan S2) dan golongan IV (untuk lulusan S3).

Untu ⁠Dosen PNS Golongan III (S2): Golongan IIIa: Rp 2.785.700 - Rp 4.575.200, Golongan IIIb: Rp 2.903.600 - Rp 4.768.800, Golongan IIIc: Rp 3.026.400 - Rp 4.970.500, Golongan IIId: Rp 3.154.400 - Rp 5.180.700

Kemudian untuk ⁠Dosen PNS Golongan IV (S3): Golongan IVa: Rp 3.287.800 - Rp 5.399.900, Golongan IVb: Rp 3.426.900 - Rp 5.628.300, Golongan IVc: Rp 3.571.900 - Rp 5.866.400, Golongan IVd: Rp 3.723.200 - Rp 6.114.500, Golongan IVe: Rp 3.880.400 - Rp 6.373.200.

Kooordinator Nasional Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI), Anggun Gunawan, menjelaskan, sebenarnya hak atas tukin sudah termaktub dalam Undang-Undang ASN yang terbit tahun 2014, namun dosen dari Kemdikbud (kini dosen di bawah Kemdiktisaintek) tidak pernah mendapatkannya.

"Kami tidak meminta belas kasihan tapi kami menuntut hak kami yang telah tertunda selama 5 tahun!" tambah Anggun Gunawan kemarin.

Anggun membagikan lampiran Keputusan Mendikbudristek Nomor 447/P/2024 yang memuat besaran tukin untuk dosen ASN yang seharusnya dibayarkan. Ada sejumlah variasi besaran tukin.

Untuk jabatan asisten ahli dengan kelas jabatan 9, besaran tukin adalah Rp 5.079.200,00.

Untuk jenjang jabatan lektor dengan kelas jabatan 11, besaran tukin adalah Rp 8.757.600,00.

Untuk lektor kepala dengan kelas jabatan 13, besaran tukin Rp 10.936.000,00.

Untuk profesor dengan kelas jabatan 15, besaran tukin adalah Rp 19.280.000,00.

"Aturannya ada, tapi nggak pernah dibayarkan," ujar Anggun.

 

Dosen Harus 'Ngamen'

Anggun memberikan ilustrasi mengenai duit yang diterima seorang dosen. Untuk dosen CPNS, uang yang dia terima adalah sekitar Rp 2,9 juta. Dosen yang sudah berstatus PNS atau ASN penuh tapi masih bujangan biasanya menerima gaji Rp 3,3 juta. Apabila si dosen ASN tersebut mendapat tunjangan keluarga (tunjangan untuk anak dan istri) dan tunjangan lainnya maka total take home pay yang didapat dosen ASN itu adalah sekitar Rp 4 juga sampai Rp 5 juta.

"Tergantung golongan," kata Anggun.

Tunjangan keluarga, tunjangan beras-pangan, tunjangan hari tua, dan tunjangan jabatan akademik disebutnya bernominal tidak seberapa. Tunjangan istri sekitar 10�ri gaji pokok, tunjangan anak 5�ri gaji pokok.

"Gaji pokok dari Rp 2,3 juta sampai Rp 4 juta yang sudah puluhan tahun mengabdi. Uang beras cuma Rp 70-100 ribuan. Tunjangan jabatan fungsional itu asisten ahli cuma Rp 375 ribu, profesor cuma Rp 1,3 juta," ujar Anggun.

Total remunerasi mencakup gaji dan tunjangan-tunjangan lebih besar lagi apabila si dosen ASN ini mendapat sertifikasi dosen atau 'serdos', hal yang bisa didapat dosen setelah beberapa tahun bekerja dengan kuota serdos yang terbatas tiap tahun. Dia bisa dapat tunjangan serdos sebesar 1x gaji. Bila dosen ASN itu dapat serdos maka total take home pay bisa lumayan, sekitar Rp 7 juta. Namun tidak semua dosen mendapat total take home pay sebesar itu.

"Makanya dosen harus 'ngamen' dan kerja lain agar bisa hidup layak," kata Anggun. n erc/rmc

Berita Terbaru

LGBTQ Masuk Ancaman Nonmiliter, MUI Jatim Tekankan Penguatan Moral dan Literasi Digital

LGBTQ Masuk Ancaman Nonmiliter, MUI Jatim Tekankan Penguatan Moral dan Literasi Digital

Minggu, 12 Jul 2026 21:01 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 21:01 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendukung kebijakan pemerintah yang memasukkan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, T…

Apindo Minta Penghapusan Pajak JHT Dikaji Matang, Jangan Bebani APBN

Apindo Minta Penghapusan Pajak JHT Dikaji Matang, Jangan Bebani APBN

Minggu, 12 Jul 2026 19:27 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 19:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah tidak terburu-buru menghapus pajak atas pencairan manfaat Jaminan Hari Tua…

BEI Kantongi 7 Emiten Baru hingga 10 Juli, Dana IPO Tembus Rp2,16 Triliun

BEI Kantongi 7 Emiten Baru hingga 10 Juli, Dana IPO Tembus Rp2,16 Triliun

Minggu, 12 Jul 2026 19:25 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 19:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Hingga 10 Juli 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan resmi melantai di pasar modal melalui penawaran…

Goal Aksis Cimahi Juara U-15, Akademi Persib Dominasi U-18 di HYDROPLUS Soccer League All-Stars

Goal Aksis Cimahi Juara U-15, Akademi Persib Dominasi U-18 di HYDROPLUS Soccer League All-Stars

Minggu, 12 Jul 2026 19:23 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Kudus – Laga final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 seri perdana menghadirkan persaingan ketat di sektor sepak bola putri. Goal Aksis …

Krisis Integritas Bangsa, Kemendikti Apresiasi Model Pendidikan Pesantren 

Krisis Integritas Bangsa, Kemendikti Apresiasi Model Pendidikan Pesantren 

Minggu, 12 Jul 2026 18:50 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:50 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Krisis integritas dan moral dinilai masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia di tengah melimpahnya sumber daya …

Perannya Semakin Menguat, Jumlah yang Aktif Capai 1.628 Koperasi

Perannya Semakin Menguat, Jumlah yang Aktif Capai 1.628 Koperasi

Minggu, 12 Jul 2026 18:20 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersinergi dengan berbagai pihak, terus mengupayakan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan…