SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan luapan air sungai hingga melanda sejumlah rumah-rumah warga hingga jalan penghubung antar kecamatan rusak dan terputus. Dampaknya, arus lalu lintas tersendat.
Selain, Jembatan antar kecamatan yang putus tersebut yakni jembatan penghubung antara Kecamatan Maron dan Kecamatan Gading dan jembatan di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan karena mendapat kiriman dari lereng Argopuro.
Sedangkan di Kecamatan Pajarakan, tepatnya Desa Pajarakan Kulon, ratusan rumah warga tergenang banjir di dua dusun, yakni di Dusun Pesantren dan Dusun Karang Rejo.
"Akibat hujan ini sehingga membuat beberapa arus Sungai Pandan Laras, Rondoningo, Pekalen, Pancar Glagas meluap. Namun saat ini lokasi-lokasi yang terdampak banjir sudah berangsur surut," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Syarif, Kamis (06/02/2025).
Sementara banjir terjadi setinggi mulai 50 cm hingga 1 meter. Hasil data sementara ada 17 desa terdampak banjir, di antara 13 desa di Kecamatan Krejengan, terparah di Desa Semboro dan juga desa di Kecamatan Maron dan Kecamatan Pajarakan.
"Kami juga menunggu semua data petugas di lapangan. Tapi yang paling parah banjir terjadi di Kecamatan Krejengan," pungkasnya.
Beruntungnya, tak ada satupun korban jiwa. Hanya saja, beberapa rumah terdampak saat ini masih dalam pendataan dan assessment.
Oleh karenanya, BPBD setempat mengimbau masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir dan longsor sewaktu-waktu.
Selain itu, BPBD juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan instansi terkait untuk percepatan penanganan darurat dan pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor Probolinggo. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu