Jelang Hari Valentine, Permintaan Bunga Mawar di Kota Batu Melonjak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu petani bunga potong di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. SP/ BTU
Salah satu petani bunga potong di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. SP/ BTU

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menjelang perayaan hari kasih sayang atau Valentine pada 14 Februari mendatang, permintaan akan bunga potong mawar di Kota Batu meningkat, bahkan sejak dua minggu terakhir.

Pasalnya, munga mawar merah diakuinya menjadi incaran selama menjelang momen-momen spesial seperti Valentine. Peningkatan juga terjadi saat bulan-bulan tertentu yang banyak agenda pernikahan dan kebutuhan dekorasi.

Tentu saja, tingginya permintaan menjadi berkah bagi para petani bunga potong di Kota Batu. Salah satu petani bunga potong di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Ninik Arifah.

"Permintaannya meningkat, misal hari normal itu seribu tangkai, kalau Valentine gini bisa tiga ribu sampai empat ribu tangkai," kata Ninik di Desa Gunungsari, Senin (10/02/2025).

Lebih lanjut, selain permintaan, harga bunga potong mawar juga mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding saat hari normal. Peningkatan harga tersebut sudah dirasakan sejak beberapa waktu lalu.

Untuk harga per tangkai normalnya Rp 800 rupiah, dan ke supplier Rp 1.000. Sedangkan menjelang momen Valentine harganya pun naik, bisa Rp 2.500-Rp 4.000 per tangkai. Bahkan sudah sampai Rp 3.000 per tangkai.

Meski permintaan bunga mawar meningkat, cuaca ekstrem seperti beberapa hari terakhir di Kota Batu mempengaruhi menurunnya hasil panen. 

Sehingga, di momen menjelang Valentine, Ninik kesulitan memenuhi pesanan yang tinggi dari wilayah Jakarta dan Bali. Sehingga ia juga sesekali membeli dari petani lain.

Akibat stok yang minim di tengah permintaan melonjak, harga ikut naik tiga kali lipat sejak dua pekan jelang Valentine. Ia menyiasati dengan menjual per ikat bunga potong.

"Kalau seperti saya ini ketika permintaan tinggi dan hasil panen menurun karena cuaca, kami siasati dengan beli bunga potongnya ke petani lain. Cuma harganya jadi lebih mahal jatuhnya," terang Ninik. bt-01/dsy

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …