Pengakuan Presiden Prabowo Subianto

Ada yang Ingin Pisahkan dengan Jokowi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Prabowo dan Jokowi, Dipertemukan karena Kesamaan Kepentingan, Keduanya akan Dipisahkan oleh Perbedaan Kepentingan, kata Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tidak ada suara di publik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Jokowi, berseberangan, Presiden Prabowo tiba-tiba bicara terkait hubungannya dengan Presiden ke-7 RI itu.

Hingga Selasa sore (11/2) pidato Presiden Prabowo, menjadi perbincangan kalangan elite politik nasional di gedung Parlemen, Senayan Jakarta. PSI menilai upaya tersebut tak akan pernah berhasil.

"Upaya memisahkan Presiden Prabowo dan Pak Jokowi tidak akan berhasil. Kepentingan mereka sama, yaitu memajukan bangsa dan negara. Mereka seiring-sejalan. Semakin diadu, mereka semakin menyatu," kata Waketum PSI, Andy Budiman, kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).

Juga presiden Ketujuh RI Joko Widodo tak menampik kabar soal ada pihak-pihak yang ingin menjauhkannya dari Presiden Prabowo. Namun ia memastikan hubungannya dengan Prabowo masih terjalin dengan baik.

Hal itu ia sampaikan menanggapi Prabowo yang mengungkapkan adanya pihak-pihak yang ingin merusak hubungan Jokowi-Prabowo.

"Sangat solid. Sama sekali nggak pernah ada masalah," kata Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/2).

Seperti Prabowo, Jokowi juga merasakan adanya pihak yang tidak senang mereka berhubungan baik. Namun menurut Jokowi hal itu biasa terjadi dalam politik.

"Ya kan nggak apa-apa. Biasa saja," kata dia.

Ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu pun menegaskan ia sudah lama berteman dengan Prabowo. Meski keduanya pernah dua kali bertarung keras di Pemilihan Presiden.

"Tapi sekali lagi hubungan saya dengan Pak Prabowo itu hubungan baik yang sudah sangat lama terjalin," kata Jokowi.

Jokowi sendiri sudah beberapa kali bertatap muka dengan Prabowo sejak pergantian tampuk kepemimpinan nasional akhir pada 20 Oktober 2024. Lalu pada awal November, Prabowo berkunjung ke kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Jokowi pun membalas kunjungan itu dengan menemui Prabowo di Kertanegara pada awal Desember 2024. Jokowi mengaku masih sering bertemu dengan Prabowo setiap kali berkunjung ke Jakarta.

"Ya kalau ke Jakarta kan sering ketemu. Waktu kawinan putrinya Pak Akbar Tanjung, waktu kawinan putranya Pak Hatta Rajasa bertemu lama," kata Jokowi.

 

Pengakuan Prabowo

Prabowo mengaku ada pihak-pihak yang ingin memisahkan dirinya dengan Jokowi.
Kemudian, Prabowo membahas hubungannya dengan Jokowi saat ini. Dia mengungkap masih ada pihak yang mau memisahkan dia dengan Jokowi.

"Ada yang sekarang mau memisahkan saya dengan Pak Jokowi. Lucu juga, untuk bahan ketawa boleh, jangan, kita jangan ikut pecah belah-pecah belah itu kegiatan mereka-mereka yang tidak suka sama Indonesia," imbuh Prabowo,saat memberi sambutan di acara Kongres ke-XVIII Muslimat NU digelar di Jatim Expo, Surabaya, Senin (10/2/2025).

Tak hanya itu, Prabowo bercerita bahwa banyak belajar dari Jokowi soal politik. Prabowo menilai pihak yang sudah tak berkuasa tak perlu diolok-olok.

"Jadi memang kalau politik ya saya belajar dari Pak Jokowi. Nggak usah malu-malu lah, kadang orang sudah nggak berkuasa mau dikuyu-kuyu, mau dijelek-jelekin, jangan. Kita hormati semua, hormati semua," ujar Prabowo.

 

Prabowo Cerita Sosok Jokowi

Saat memberi sambutan di acara Kongres ke-XVIII Muslimat NU digelar di Jatim Expo, Surabaya, Senin (10/2/2025), Prabowo tidak datang sendirian, dia didampingi oleh Wakil Presiden yang juga putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum bicara soal hubungannya dengan Jokowi, Prabowo sempat bercerita terkait peran Jokowi dalam Pilpres 2024. Dia mengaku dikenalkan dengan Khofifah Indar Parawansa oleh Jokowi pada 2024 silam.

"Saya sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Bu Khofifah. Saya baru jumpa baru menjelang Pilpres. Benar bu Khofifah?" Kata Prabowo.
Lebih spesifik Prabowo menceritakan bahwa sosok di balik pertemuannya dengan Khofifah, hingga dirinya dekat dengan Gubernur Jawa Timur terpilih itu adalah Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.

"Yang suruh saya menghadap Bu Khofifah itu Pak Jokowi. Bener?" tanyanya kepada Khofifah yang dibalas senyum dan anggukan dari sang Ketua Umum Muslimat NU itu.

 

Tidak Bisa Dirusak Segelitir Orang

Ketua umum ReJO Pro Gibran HM Darmizal MS mengatakan, hubungan presiden Prabowo Subianto dan Jokowi Widodo, tidak bisa dirusak oleh segelitir orang.

Hal itu disampaikan Darmizal menanggapi pidato Prabowo dalam pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Jatim International Expo, Surabaya, Jawa Timur.

“Saya melihat hubungan pak Prabowo dan Jokowi sangat mesra. Jadi upaya-upaya yang dilakukan segelintir orang untuk mengandu domba model politik “Devide Et Impera nya Penjajah”, antara keduanya tidak akan mempan dan akan sia-sia,” kata Darmizal, kemarin.

Darmizal mengungkapkan, upaya memecah belah hubungan Jokowi dan Prabowo sama saja memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


Mengadu domba.

Karena adu domba antara Prabwo dan Jokowi akan sia sia. Mereka berdua tidak akan terpecah. Pak Prabowo dan Jokowi itu bukan seperti air dan minyak yang bisa dipisahkan. Namun, mereka ibarat masakan dan bumbunya yang akan saling melengkapi untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” pungkas Darmizal.

 

Dipertemukan Karena Kesamaan Kepentingan

Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, antara Jokowi dan Prabowo, sampai kini masih sama-sama membutuhkan satu sama lainnya.

"Prabowo membutuhkan Jokowi di masa transisi pemerintahan agar pemerintahannya berjalan dengan lancar, di sisi yang lain Jokowi masih memiliki aura daya pikat baik di lingkungan pejabat maupun kepada rakyat," kata Saiful kepada RMOL, Kamis, (12/12/2024).
Sedangkan Jokowi, kata Saiful, juga lebih membutuhkan Prabowo karena sudah tidak lagi memiliki jabatan, sehingga perlu untuk mendekat dengan penguasa.

"Selain itu Jokowi ingin agar Gibran juga dapat berbagi peran dengan Prabowo, sehingga kekuatan Jokowi di pemerintahan masih bisa terasa. Gibran merepresentasikan bagian dari gaya, citra bahkan adalah Jokowi," terang Saiful.

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, hubungan keduanya masih terasa hangat, karena kepentingannya sama-sama ada, meskipun bisa jadi tidak berlangsung lama jika akar Prabowo telah kuat.

"Jika Prabowo telah menancapkan akarnya dengan kuat, maka bisa jadi akan meninggalkan Jokowi, karena kultur politik Prabowo sebenarnya sama sekali berbeda dengan Jokowi, mereka dipertemukan karena kesamaan kepentingan, maka akan dipisahkan pula oleh perbedaan kepentingan," pungkas Saiful. n jk, rm, erc, rmc

Berita Terbaru

Dorong Perputaran Ekonomi, Pemkab Trenggalek Siapkan 2 Lokasi Berburu Takjil Selama Ramadhan

Dorong Perputaran Ekonomi, Pemkab Trenggalek Siapkan 2 Lokasi Berburu Takjil Selama Ramadhan

Kamis, 19 Feb 2026 10:43 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Selama bulan Ramadhan 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, akan menyiapkan dua lokasi khusus berburu takjil sekaligus…

Selama Ramadhan 1447 H, Pemkot Malang Antisipasi Kenaikan Konsumsi Beras

Selama Ramadhan 1447 H, Pemkot Malang Antisipasi Kenaikan Konsumsi Beras

Kamis, 19 Feb 2026 10:23 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 10:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka mengantisipasi kenaikan konsumsi beras selama Ramadhan 1447 H yang diperkirakan sekitar 25 persen dibanding hari biasa,…

CFD Sidoarjo, Kolaborasi yang Harus Dijaga demi Penguatan Ekonomi Rakyat

CFD Sidoarjo, Kolaborasi yang Harus Dijaga demi Penguatan Ekonomi Rakyat

Kamis, 19 Feb 2026 09:38 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 09:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) adalah kegiatan penutupan jalan utama dari kendaraan bermotor untuk…

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…